Materi Pelatihan Public Speaking

Berbicara tidak dapat dilakukan hanya dengan membuka mulut dan bersuara, asal bicara. Berbicara harus jelas dan dapat dimengerti.

public speaking

Berbicara untuk pergaulan jelas berbeda dari berbicara untuk karier, profesi dan bisnis.

Berbicara formal tidak sama dengan berbicara informal, bukan bahasa sehari-hari, bukan bahasa pasaran, bukan bahasa pergaulan, melainkan bahasa karir, bahasa bisnis, bahasa profesi, bahasa resmi. Bahasa yang mencerminkan keseriusan. Bahasa yang mencerminkan pentingnya pencapaian tujuan.

Bahasa itu adalah bahasa public speaking. Bahasa untuk berbicara kepada orang banyak. Bahasa yang tidak diperoleh sejak lahir. Bahasa yang selama ini hanya diperoleh secara sambil lalu.

Baca Juga

Bahasa yang dikuasai oleh sebagian besar dari kita, dengan cara-cara yang tidak pernah disengaja, tidak pernah terstruktur atau tidak tersistem.

Itulah sebab utama, mengapa banyak sekali orang mengalami rasa gugup dan takut saat harus berbicara di depan orang banyak. Saat harus melakukan public speaking.

Rasa gugup dan takut, yang muncul karena tidak terbiasa dan tidak pernah secara sengaja memahami dan mempelajari fenomena public speaking.

Saya akan berbagi dengan Anda tentang teknik public speaking di pelatihan ini.

Pengertian Public Speaking

Belum ada pengertian public speaking yang ‘pas’ dalam Bahasa Indonesia. Kita masih menyebutnya “public speaking”, sama dengan istilah aslinya dalam bahasa Inggris.

Istilah Bahasa Indonesia yang paling sering digunakan untuk mengartikan public speaking adalah “berbicara di depan umum” atau “berbicara di depan publik”. Bahkan, public speaking sering pula disebut “pidato”, meski public speaking juga meliputi presentasi, sambutan, memandu acara (MC), siaran radio, dll.

Kamus Merriam-Webster mengartikan public speaking sebagai “ the act or skill of speaking to a usually large group
of people” (aksi atau keterampilan berbicara kepada sekelompok besar orang).

Menurut David Zarefsky, dalam Public Speaking Strategic for Success, public speaking adalah sebuah proses komunikasi berkelanjutan, di mana pesan dan lambang terus berinteraksi, di antara pembicara dan para pendengarnya.

Data Wikipedia menyebutkan, berbicara di depan umum (public speaking, juga disebut oratory atau oration) adalah proses atau tindakan melakukan pidato yang baik kepada audiens langsung.

Jenis pidato ini sengaja disusun dengan tiga tujuan umum: untuk memberi informasi, untuk membujuk dan menghibur.

Berbicara di depan umum dipandang secara tradisional sebagai bagian dari seni persuasi. Berbicara di depan umum umumnya dipahami sebagai pembicaraan tatap muka formal dari satu orang ke sekelompok pendengar.

Berbicara di depan umum dapat diatur oleh berbagai aturan dan struktur. Misalnya, pidato tentang konsep tidak harus harus terstruktur dengan cara khusus apa pun.

Namun, ada metode di balik memberikannya secara efektif. Untuk jenis pidato ini, akan baik untuk menggambarkan konsep itu dengan contoh-contoh yang dapat berhubungan dengan kehidupan audiens.

Mengatasi Rasa Takut

Siapa yang takut berbicara di depan umum?

Ya, kita tidak sendirian! Beberapa survei dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang
takut berbicara di depan audiens langsung, seperti yang dapat Anda lihat di daftar 10 ketakutan secara global!

10 Ketakutan Global Teratas

1. Berbicara di depan umum atau demam panggung
2. Kematian dan akhir kehidupan
3. Laba-laba dan makhluk arakhnida lainnya
4. Kegelapan dan senja
5. Ketinggian, ketinggian atau ketinggian
6. Orang atau situasi sosial
7. Terbang di pesawat terbang
8. Buka spasi dan kotak
9. Guntur dan kilat alami
10. Ruang terbatas atau kamar kecil

Menurut survei tahun 1973 oleh Sunday Times of London, 41% orang menyatakan berbicara di depan umum sebagai ketakutan terbesar mereka.

Lupa ruang kecil, kegelapan, dan laba-laba, berdiri di depan orang banyak dan berbicara jauh lebih menakutkan bagi kebanyakan orang.*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *