Pengertian Radikal dan Radikalisme

216 views

Tulisan ringkas ini membahas Pengertian Radikal dan Radikalisme menurut bahasa, kamus, istilah, dan menurut pejabat negara. Tapi, kok dikaitkan dengan masjid segala!

radikalisme

“Terpapar radikalisme” adalah frasa populer belakangan ini. Diucapkan kalangan pejabat, khususnya aparat keamanan. Muncul pula program deradikalisasi untuk mencegah berkembangnya paham radikal atau melindungi masyarakat dari “terpapar paham radikal”.

Frasa itu pun dipopulerkan media. Simak saja judul-judul berita ini:

  • Wali Kota Bandung Sebut Siswa SD Turut Terpapar Radikalisme (CNN Indonesia)
  • Polwan Terpapar Radikalisme Dipecat dari Institusi Polri (Detik)
  • Ada dugaan Bripda NOS terpapar radikalisme (Kompas)
  • BIN Ungkap Ciri-Ciri Pemuda Terpapar Radikalisme (Liputan6)

Saya lanjutkan judul yang terakhir. Menurut Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto, bahaya paham radikalisme menyusup melalui kaum muda. Paham radikalisme menyasar kaum muda usia 17-24 tahun.

Alasannya, para pemuda masih enerjik dan tengah mencari jati diri, semangatnya masih tinggi, relatif belum punya tanggungan, sehingga itu menjadi target utama.

Wawan membeberkan ciri-ciri seseorang yang terpapar radikalisme. Mulai dari konsep berpikir dan perubahan tingkah laku.

Biasanya riang tiba tiba pendiam kemudian kumpul dengan orang yang tidak semestinya. Orang tua juga tidak tahu, pergi lama pulang ke rumah langsung dekem (berdiam diri) di kamar. Suka marah-marah. Minta uang maksa. Ini adalah indikasi.

Pengertian Radikal

Istilah radikal sering dikaikan dengan aksi-aksi kekerasan terutama aksi terorisme. Mengutip laman Wikipedia,  istilah radikal berasal dari bahasa Latin “radix, radicis”. Menurut The Concise Oxford Dictionary (1987), radikal berarti akar, sumber, atau asal-mula.

Menurut M. Dahlan al Barry dalam Kamus Ilmiah Popular, radikal sama dengan menyeluruh, besar-besaran, keras, kokoh, dan tajam.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990) menyebutkan, radikal artinya adalah “secara menyeluruh”, “habis-habisan”, “amat keras menuntut perubahan”, dan “maju dalam berpikir atau bertindak”.

Menurut KBBI Daring radikal artinya adalah secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip); amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan); maju dalam berpikir atau bertindak.

Pengertian Radikalisme

Kamus Ilmiah Popular mendefinisikan radikalisme sebagai paham politik kenegaraan yang menghendaki perubahan dan perombakan besar sebagai jalan untuk mencapai kemajuan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, radikalisme didefinisikan sebagai paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis.

Wikipedia mengartikan radikalisme sebagai paham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.

Saat ini, di Indonesia, radikalisme dipahami sebagai paham yang menginginkan perubahan mendasar dengan menggunakan kekerasan.

Setidaknya, itulah yang dikemukakan Menkopolhukam Mahfud MD. Ia menjelaskan, radikalisme berarti gerakan atau paham yang ingin menawarkan alternatif lain terhadap ideologi dengan cara kekerasan. Untuk itu perlu adanya upaya deradikalisasi.  “Radikal itu lawannya gradual. Gradual itu bertahap,” kayanya dikutip Republika.

Umat Islam Jadi Target

Sayangnya, radikalisme oleh pemerintah “digiring” ke kalangan umat Islam. Simak saja pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi. Untuk mengatasi paham radikal, Kementerian Agama akan menyisir masjid-masjid dan memberi peringatan kepada pengurus masjid. (Tempo)

Nah lho! Kenapa harus masjid?

Wah, bakal panjang bin lebar jika membahas fenomena radikalisme, apalagi jika dikaitkan dengan umat Islam. Sesuai dengan judul, saya mah cukup bahas pengertian radikal dan radikalisme aja dulu. Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

Radikal Radikalisme

Related Post

Leave a reply