Situs Yahoo Indonesia Jadi ‘Koran Kuning’

Promosikan berita-berita cabul, situs Yahoo Indonesia Jadi “Koran Kuning”.

yahoo

KORAN Kuning adalah sebutan bagi media yang berisi berita atau informasi seputar “dunia hitam” –kriminalitas dan seks. “Ideologi” jurnalistik koran kuning adalah sex and crime journalism,¬†dikenal juga dengan sebutan Yellow Journalism, Yellow Papers, dan Gutter Journalism (Jurnalisme Got).

Bukan hanya “doyan” memuat berita asusila, skandal, cabul, dan kriminalitas, koran kuning juga identik dengan judul-judul berita yang sensasional, bombastis, dan “dramatis”. Kadang isinya tidak sesuai dengan judul.

Dalam buku Kamus Jurnalistik (Simbiosa, Bandung, 2009), saya mendefinisikan Gutter Journalism sebagai¬†“gaya jurnalistik yang lebih menonjolkan pemberitaan tentang dunia hitam atau dunia kotor, yakni seks dan kejahatan (sex and crime journalism). Jurnalisme demikian menghasilkan Yellow Papers (koran kuning).

Laman Yahoo Indonesia kerap mempromosikan tautan (link) berita soal seks alias percabulan. Ini screen-shot edisi 12 November 2015. Empat link berita teratasnya semua tentang percabulan.

Dalam buku Kamus Jurnalistik (Simbiosa, Bandung, 2009), saya mendefinisikan Gutter Journalism sebagai "gaya jurnalistik yang lebih menonjolkan pemberitaan tentang dunia hitam atau dunia kotor, yakni seks dan kejahatan (sex and crime journalism). Jurnalisme demikian menghasilkan Yellow Papers (koran kuning).

Salahkah Yahoo gemar mempromosikan berita esek-esek itu? Kita tunggu aja reaksi Dewan Pers atau pihak berwenang. Yang jelas, kode etik jurnalistik melarang berita cabul –sebuah etika yang sering dilabrak atas nama komersial atau iklan dan trafik.

Apa tidak ada berita lain yang mendidik, inspiratif, dan “membangun”? Tentu ada. Tapi rupanya pihak Yahoo Indonesia lebih doyan berita begituan. Jadilah Yahoo Indonesia sebagai koran kuning atau penganut aliran jurnalisme got.

Bentengi anak-anak bawah umur ataupun “atas umur” agar tidak membuka laman Yahoo Indonesia. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Yup, secara tidak langsung Yahoo sedang mencari trafik pengunjung. Begitu pula, Yahoo “mengajarkan” hal-hal yang tidak baik bagi pembaca.

    Mengajarkan yang dimaksud adalah memberi rasa penasaran ke pengunjung dan bisa jadi si pembaca tersebut malah mencobanya.

    Menurut pandangan saya sih, ini bisa dikatakan sebagai salah satu “pintu gerbang” menuju ke tindakan kekerasan seksualitas.

    Weleh-weleh…