Pengertian dan Tips Komunikasi Efektif

Setiap orang mampu berkomunikasi, namun tidak banyak yang mampu berkomunikasi secara efektif. Berikut ini pengertian dan cara, teknik, atau tips komunikasi efektif.

 

Tips Komunikasi Efektif

Dalam buku The 7 Habits Of Highly Effective People, Stephen Covey menyatakan  komunikasi adalah keterampilan yang paling penting dalam hidup (communication is the most important skill in life).

Komunikasi efektif menjadi kunci harmoni hubungan dan kehidupan. Jika tidak efektif, sebuah komunikasi akan sia-sia, bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman atau mispersepsi.

Baca Juga

Pengertian Komunikasi Efektif

Komunikasi adalah penyampaian pesan. Efektif artinya berhasil guna, membawa hasil, ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya), manjur atau mujarab (tentang obat), mangkus.

Komunikasi efektif adalah penyampaian pesan yang berhasil, berkesan, dan pesan diterima dan dipahami dengan baik oleh penerima pesan (komunikan/audiens) sebagaimana dimaksud komunikator atau pengirim pesan (sender).

Komunikasi efektif juga merupakan pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan.

Pengukuran efektivitas dari suatu proses komunikasi dapat dilihat dari tercapainya tujuan si pengirim pesan.

Komunikasi efektif juga merupakan proses interaksi untuk memperoleh sebuah pemahaman bersama.

Menurut Mc. Crosky Larson dan Knapp, komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam proses komunikasi.

Komunikasi yang efektif hanya dapat terjadi jika komunikator dan komunikan memiliki persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa.

Ciri-Ciri Komunikasi Efektif

Sebuah komunikasi dikatakan efektif apabila:

  • Pesan dapat diterima dan dimengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.
  • Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
  • Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim.

Karakteristik Komunikasi Efektif menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss (2005) mencakup lima hal berikut ini:

1. Pemahaman

Penerimaan secara cermat atas rangsangan yang diberikan oleh komunikator. Komunikasi dikatakan efektif ketika komunikan mampu memahami seluruh isi pesan yang disampaikan oleh komunikator.

2. Kesenangan

Komunikasi tidak hanya ditujukan untuk menyampaikan informasi dan memberikan pemahaman, akan tetapi juga untuk menimbulkan kesenangan. Tingkat kesenangan dalam berkomunikasi berkaitan dengan perasaan komunikan

3. Memengaruhi Sikap

Manusia melakukan komunikasi memiliki berbagai macam tujuan, salah satunya untuk mempengaruhi orang lain, yaitu dengan menggunakan komunikasi persuasi.

Komunikasi media –seperti berita dan iklan– merupakan komunikasi efektif yang terbukti memengaruhi pemahaman dan perilaku audiens.

4. Hubungan Sosial yang Baik

Komunikasi ditujukan untuk menumbuhkan hubungan sosisal yang baik. Adanya hubungan saling percaya antara komunikator dan komunikan, akan mempengaruhi keefektifan komunikasi.

5. Tindakan

Efektivitas komunikasi diukur dari tindakan nyata yang dilakukan oleh komunikan pasca menerima pesan. Hal tersebut merupakan indikator efektivitas yang paling penting, karena untuk menimbulkan tindakan, komunikator terlebih dahulu harus berhasil menanamkan pengertian, memberikan pemahaman, mempengaruhi emosi atau perasaan dan menumbuhkan sikap yang baik.

Prinsip Komunikasi Efektif: REACH & 7C

Komunikasi yang efektif terangkum dalam “5 Hukum Komunikasi Efektif” (The 5 Inevitable Laws of Effective Communication).

Lima hukum tersebut di singkat menjadi REACH yang bermakna merangkum atau meraih sekaligus singkatan dari:

  1. Respect
  2. Empathy
  3. Audible
  4. Clarity
  5. Humble

Respect: Komunikasi yang efektif dibangun dari sikap menghargai terhadap setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang disampaikan. Setiap orang memiliki hati dan perasaan untuk dihormati dan dihargai.

Emphaty: menghargai lawan bicara, mendengarkan atau mengerti dahulu, sebelum mau didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.

Seek First to Understand!” kata Stephen Covey. “Understand then be understood to build the skills of empathetic listening that inspires openness and trust.”

Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain.

Sikap empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan menerimanya.

Audible: Dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Audible berarti pesan yang disampaikan dapat diterima oleh penerima.

Clarity: kejelasan pesan juga harus mendapatkan perhatian sehingga tidak menimbulkan multiintepretasi atau salah paham.

Dalam obrolan sehari-hari, jika kita mendengarkan orang bicara tak jelas, kita suka mengatakan “yang jelas kalau ngomong” (Sunda: sing jelas ari nyarita teh!)

Ucapan yang jelas akan tercipta jika kita memperhatikan speed atau tempo ((kecepatan berbicara), pelafalan (pronounciation), intonasi, aksentuasi, dan vokalisasi.

Humble: komunikasi dilakukan dengan rendah hati. Sikap ini merupakan unsur terkait dengan hukum pertama untuk rasa menghargai orang lain. Sikap rendah hati salah satunya yakni melayani orang lain, menerima kritikan, dan tidak sombong.

Tips komunikasi efektif juga terangkum dalam prinsip 7C seperti dikemuakan Murphy dan Hildebrandt (1991).

Ketujuh prinsip tersebut adalah

  1. Completeness
  2. Conciseness
  3. Concreteness
  4. Consideration
  5. Clarity
  6. Courtesy
  7. Correctness

Completeness: Kelengkapan. Agar komunikasi efektif, kita mesti memberikan informasi selengkap mungkin. Formula 5W+1H tidak hanya berlaku dalam penulisan berita, tapi juga dalam komunikasi secara umum.

Conciseness: Keringkasan. Pesan disampaikan melalui kata-kata singkat dan padat, jika perlu –dalam kondisi tertentu– to the point saja, tanpa bertele-tela dan basa-basi.

Concreteness: Kekonkretan, Nyata. Pesan yang dikomunikasikan disusun secara spesifik, tidak bersifat abstrak.

Consideration: Pertimbangan. Pesan yang disampaikan mesti mempertimbangkan situasi komunikan. Timing atau waktu yang tepat menjadi salah satu kunci komunikasi efektif.

Clarity: Kejelasan. Pesan yang dikomunikasikan harus jelas. Pesan disusun dalam kalimat yang mudah dipahami komunikan.

Courtesy: Sopan-santun dan tata-krama menjadi kunci lain dalam komunikasi efektif.

Catatan: dalam literatur Islam dikenal prinsip komunikasi Islam berupa yakni perkataan yang benar (qaulan sadida), mudah dipahami (qaulan baligha), tutur kata yang baik (qaulan ma’rufa), kata-kata yang mulia diiringi rasa hormat (qaulan karima), lemah-lembut (qaulan layinan), dan tutur kata yang mudah dipahami (qaulan maysura).

Correctness: Kebenaran. Pesan yang dikomunikasikan harus benar, akurat, atau tidak mengandung kebohongan.

Ke-7 Prinsip Komunikasi Efektif tadi ada tambahannya, yaitu Creativity dan Credibility.

Kreativitas: Sebuah teks hanya akan hidup ketika kata-kata dan struktur kalimat digunakan secara kreatif dan ketika kalimat pendek diselingi dengan kalimat yang lebih panjang.

Kreativitas sangat penting dalam teks di mana kata pencarian digunakan, sangat penting bahwa kata pencarian selalu digunakan dalam pengaturan yang berbeda.

Kredibilitas: Dengan menciptakan suasana kepercayaan dalam percakapan atau teks, Anda menambahkan kredibilitas pada pesan.

Kredibilitas dapat dicapai dengan ‘nada’ yang jelas dan mencolok, yang menunjukkan bahwa informasi yang Anda diskusikan berisi informasi yang benar.

Teknik Komunikasi Efektif

Banyak teknik komunikasi efektif yang di-share berbagai kalangan, antara lain:

  1. Kontak mata dan bahasa tubuh yang sesuai.
  2. Jangan memotong pembicaraan orang lain.
  3. Berpikir sebelum berbicara. Think before speak! Mikir heula memeh ngomong!
  4. Jadi pendengar yang baik (Baca: Seni Mendengarkan)
  5. Jangan defensif atau menyerang
  6. Jangan menyimpang dari topik pembicaraan
  7. Yakinlah akan gagasan yang kita sampaikan
  8. Terbuka untuk menerima masukan

Menurut Prerna Salla dalam Effective Communication Skills: The Art of Communication di buzzle.com, komunikasi efektif merupakan jalan untuk menjadi orang sukses.

Kita mesti memiliki keterampilan komunikasi yang hebat dan mesti menjadi pembicara yang hebat pula.

Piawai berkomunikasi dan menjadi pembicara hebat tidak terlalu sulit. Kita “hanya” perlu melengkapi diri dengan keterampilan, gaya, dan amunisi yang benar dalam berkomunikasi.

Berikut ini beberapa tips yang akan membantu kita dalam menciptakan kesan positif kepada orang lain dan mendorong kesuksesan kita.

1. Be Confident. Percaya Diri.

Percaya diri. Keterampilan penting pertama adalah percaya diri dan kemampuan beradaptasi dengan segala suasana atau lingkungan kerja.

2. Practice good listening skills. Jadi pendengar yang baik.

Hal penting berikutnya adalah kita harus menjadi pendengar yang baik. Kita tidak pernah bisa dapat berkomunikasi dan bercakap-cakap dengan seseorang, jika kita tidak mendengarkan yang orang katakan.

Kita akan mendapatkan kesempatan untuk mengemukakan pandangan kita, tetapi sebelum itu kita harus bersabar dan mendengarkan perkataan orang lain dulu.

3. Think before you speak. Berpikir dulu.

Selalu berpikir sebelum berbicara. Luangkan waktu untuk berpikir, jangan terburu-buru berbicara.

4. Be Updated

Sadar akan dunia di sekitar kita dan menjaga informasi yang kita miliki senantiasa aktual sehingga dapat berpartisipasi dalam percakapan intelektual. Dengan demikian kita bisa berkomunikasi dengan lebih banyak orang.

5. Don’t Pretend

Kita jangan berpura-pura tahu segalanya dan menganggukkan kepala (pura-pura mengerti) untuk segala sesuatu yang orang lain katakan.

Tidak ada salahnya atau bukan hal memalukan kalau kita mengaku tidak memahami topik pembicaraan, bahkan kita bisa belajar dan mendapatkan sesuatu yang baru.

6. Stay away from Gossip

Jauhi Gosip. Manjakan diri dalam percakapan cerdas dan sehat. Selalu hindari topik-topik sensitif, terutama bila kita tidak mengenal dengan baik orang-orang di sekitar kita, seperti apa agamanya, aliran politiknya, dan kehidupan pribadinya.

Kita tidak ingin terjebak dalam adu argumen dan perkelahian yang sia-sia.

Ketika seseorang mulai berbicara tentang dirinya atau masalahnya, jadilah pendengar yang baik, tetapi tidak menawarkan nasihat. Jika seseorang meminta nasihat kita, berbagilah tentang pengalaman serupa yang kita miliki, tetapi tidak memosisikan diri sebagai penasihat.

In Conclusion

The most important thing is be yourself. Yang paling penting adalah menjadi diri sendiri.

Demikian pengertian dan tips komunikasi efektif. Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 comments

  1. Sungguh bermanfaat untuk saya yang ingin belajar dan terus belajar memperluan pengetahuan. Terima kasih dan semoga sangat bermanfaat. Salam sukses.

  2. pak…selain saya tidak PD, (terkadang) kurang bisa tepat menjawab pertanyaan, pendiam (termasuk diam dalam mengingatkan kebaikan dan mencegah kemungkaran…:D), saya juga adalah orang yang tertutup. Klo untuk orang yang tertutup tipsnya apa ya pak ? 🙂

    Terkadang juga saya menyesal berbicara sesuatu meski itu hal yang sepele. oleh karenanya saya lebih banyak diam kecuali dengan orang yang saya rasa nyaman untuk bertukar pikiran.

    Saya sedang berusaha mengatasi ini semua (selain trus banyak membaca materi2)…dan pas googling ketemu deh ini website…:).Semoga bisa selalu berkunjung di website ini……

    tolong juga dibalas di email saya.Terima kasih banyak….

    1. Anda sudah benar, solusinya adalah banyak baca. Baca (Iqra’) adalah kunci sukses banyak hal, termasuk mengatasi kurang percaya diri. Makin tahu akan makin PD.