Teknik MC

SAYA sering menjadi pembicara, sebut saja “public speaker”, di berbagai forum pelatihan, dialog, atau diskusi. Saya sangat sering dibuat “jengkel” oleh pembawa acara, MC, host, ataupun moderator yang tampak “malas” menyampaikan CV yang sudah saya siapkan, saat ia mengenalkan saya kepada hadirin sebelum saya tampil “on speech”. “Kang Romel aja deh yang mengenalkan diri, biar lengkap…” cenah na kituh, kumaha eta teh?

Public Speaking

PUBLIC Speaking (PS) secara harfiyah artinya berbicara di depan umum, utamanya ceramah atau pidato. Secara luas, PS mencakup semua aktivitas berbicara (komunikasi lisan) di depan orang banyak, termasuk dalam rapat, membawakan acara (jadi MC), presentasi, diskusi, briefing, atau mengajar di kelas. Presenter TV dan penyair radio termasuk melakukan PS dilihat dari sisi jumlah audience yang banyak (publik), meskipun tidak face to face.

Public Speaking

Retorika (rethoric) secara harfiyah artinya berpidato atau kepandaian berbicara. Kini lebih dikenal dengan nama Public Speaking. Dewasa ini retorika cenderung dipahami sebagai “omong kosong” atau “permainan kata-kata” (“words games”), juga bermakna propaganda (memengaruhi atau mengendalikan pemikiran-perilaku orang lain).