Teknik Vokal Penyiar Radio

1949 views

penyiar radioOleh ASM. Romli

Bicara di Radio tidak boleh asal “cuap”. Penyiar Radio harus menguasai teknik vokal. Berikut ini teknik vokal penyiar radio atau teknik vokal bagi siapa saja yang siaran di radio:

Natural voice. Suara alamiah. Suaranya tidak dibuat-buat. Berbicara seperti halnya ngobrol dengan teman di kafe, di telepon, atau di mana pun.

Ceria. Suara penyiar harus ceria, riang, gembira. Ini soal kelincahan (vitality) dalam berbicara sehingga dinamis dan penuh semangat, cheerful! Anda harus ceria selalu. Jangan lemas, lunglai, nanti terkesan tidak mood, apalagi ”judes”! Penyiar adalah penghibur, entertainer!

Suara diafragma. Gunakan suara perut, suara yang keluar dari rongga antara dada dan perut. Untuk itu, perut harus bebas dari segala tekanan, duduk tegak, jangan bungkuk, dan… rileks! Nyantai, tidak tegang, dan tidak gugup.

Conversational. Bicara dengan gaya ngobrol, bukan pidato. Gunakan bahasa tutur, bahasa percakapan sehari-hari. Jangan gunakan gaya MC di pentas musik atau acara seremonial. Jadi, ‘gak usah teriak, dan hindari bicara gaya ”formal”.

Senyum. Tebar senyuman agar friendly, ramah, hangat, dan enak didengar, memikat pendengar. Tentu, senyum diabaikan saat bicara kasus duka. Istilahnya: Smiling Voice, suara penuh senyuman.

Atur Napas. Napas megap-megap tidak akan menghasilkan siaran yang bagus. Bernapas secara tepat adalah dasar siaran profesional. Karenanya, lakukan latihan pernapasan!

Mental Image, Visualize! Ini paling sulit. Penyiar harus membayangkan sedang berbicara pada seorang teman. Membayangkan adanya seorang pendengar di depan akan membantu berkomunikasi secara alamiah, gaya ngobrol (conversational way). Berbicaralah layaknya kepada teman akrab (intimate friend). Lihat wajah teman Anda itu dalam “pikiran mata” (mind’s eye) Anda.

Konsentrasi. Jelas dong, agar fokus, tidak ngaco.

Eye Contact, Kontak Mata. Kontak mata? Ya, kontak mata! Caranya, bayangkan saja, Anda sedang berbicara dengan seorang teman, di depan Anda, tepat di depan meja siaran. Dijamin, gaya bicara Anda ”conversational” dan ”hangat”.

Gesture. Jangan kaku. Gunakan gerakan tubuh (gesture), meskipun tidak ada orang yang melihat Anda. Anda adalah aktor!

Pause, Jeda. Jeda, diam sejenak, beberapa detik saja, jangan nyerocos terus. untuk membiarkan pesan Anda sampai ke pendengar. Anda juga bisa jeda jika ”mencari gagasan” atau ”memilih kata” berikutnya.

Inflection, Infleksi. Jangan monoton, gunakan ”lagu kalimat” atau “nada bicara” dengan benar; meninggi saat jeda, menurun saat selesai. Jangan khawatir, jika Anda berbicara dengan benar (gaya ngobrol), infleksi otomatis terjadi.

Intonasi (intonation). Ini soal nada suara, irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata, sehingga tidak datar atau tidak monoton. Intonasi bisa mengubah makna sebuah kata atau ungkapan!

Aksentuasi (accentuation). Soal penekanan (stressing) pada kata-kata tertentu yang dianggap penting. Aksentuasi dapat dilatih dengan cara menggunakan “konsep suku kata” -dan, yang, di (satu suku kata); minggu, jadi, siap, Bandung (dua suku kata); bendera, pendekar, perhatian (tiga suku kata); dan sebagainya. Ucapkan sesuai penggalan atau suku katanya!

Speed. Gunakan kecepatan (speed) dan kelambatan berbicara secara bervariasi. Kecepatan berpengaruh pada kejelasan (clarity), juga durasi.

Artikulasi (articulation). Ini paling penting, yaitu bicara yang jelas! Kejelasan pengucapan kata demi kata. Disebut juga pelafalan kata (pronounciation). Jangan salah eja/ucap. Wasalam! (www.baticbroadcast.com).*

Penyiar Radio Teknik Vokal

Author: 
author
Asep Syamsul M. Romli aka Romeltea --akrab disapa Kang Romel-- adalah praktisi media, trainer komunikasi praktis, konsultan media, blogger. Profil lengkap: "My Profile". Karya tulis (buku): "My Books". Kontak email: romeltea@yahoo.com. Follow @romel_tea untuk update tulisan terbaru!

Related Post

  1. author
    yuda7 years agoReply

    ijinkan Copast kang.Syukron

Leave a reply