Dakwah sudah pasti sebuah komunikasi, tepatnya komunikasi persuasif, karena hakikat dakwah adalah mengajak (da’a, yad’u, da’watan). Namun, komunikasi belum tentu mengandung pesan dakwah. Komunikasi dakwah adalah komunikasi berisi pesan-pesan dakwah/nilai-ajaran Islam. Menurut Al-Quran, dakwah adalah mengajak atau menyeru manusia ke jalan Allah SWT (QS. an-Nahl:125).
Komunikasi Dakwah bisa dikatakan merupakan kajian baru dalam dunia ilmu komunikasi. Selain itu, Komunikasi Dakwah juga merupakan kajian ”sektarian”, yakni bidang kajian yang khusus berkaitan dengan komunitas atau masyarakat beragama Islam (kaum Muslimin) mengingat terminologi da’wah sendiri hanyalah milik Islam.
Sejauh ini kita sudah punya banyak kajian baru dalam pengembangan ilmu komunikasi, seperti Komunikasi Politik, Komunikasi Budaya, Komunikasi Organisasi, Komunikasi Internasional, dan sebagainya. Komunikasi dakwah, dengan demikian, relatif baru bahkan mungkin ”terabaikan” oleh kalangan da’i sendiri.
Komponen dakwah identik dengan komponen komunikasi yang kita kenal selama ini:
Saya mendefinisikan komunikasi dakwah sebagai ”proses penyampaian dan informasi Islam untuk mempengaruhi agar mengimani, mengilmui, mengamalkan, menyebarkan, dan membela kebenaran ajaran Islam”.
Komunikasi dakwah juga dapat dipahami sebagai komunikasi yang melibatkan pesan-pesan dakwah dan aktor-aktor dakwah, atau berkaitan dengan ajaran Islam dan pengamalannya dalam berbagai aspek kehidupan.
Jika dianalogikan dengan pengertian Komunikasi Politik, yakni komunikasi yang berisikan pesan politik atau pembicaraan tentang politik (Dan Nimmo, 1989), maka komunikasi dakwah dapat diartikan sebagai ”komunikasi yang berisikan pesan Islam atau pembicaraan tentang keislaman”.
Pengertian komunikasi dakwah sebagai ”pembicaraan tentang Islam” senada dengan pengertian ”retorika dakwah” menurut Yusuf Al-Qaradhawi (2004), yakni ”berbicara soal ajaran Islam”.
Menurut Al-Qaradhawi, prinsip-prinsip retorika Islam adalah sebagai berikut:
Komunikasi dakwah bukan saja harus baik dalam hal isi (konten) atau pesan (the message, what), melainkan juga harus baik dalam hal cara (the way, how).
Prinsip Komunikasi Islam antara lain benar, baik, amar ma’ruf nahyi munkar, dan bersumberkan Quran & Hadits (“Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu dengan bijak….”; “Bicaralah yang baik atau diam…”; “Bicaralah sesuai dengan kadar intelektualitas mereka…”; “… dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwa mereka.” (QS. An Nisa’ [4] :63)
Gaya bicara atau pembicaraan (qaulan) yang dikategorikan sebagai kaidah, prinsip, atau etika komunikasi Islam bersumberkan Al-Quran:
Dakwah: Komunikasi Persuasif
Literatur-literatur komunikasi menyebutkan, akar kata persuasif adalah Persuasio (Latin) = membujuk, mengajak, atau merayu. Pengertian itu sama dengan makna dakwah (mengajak, menyeru).
Komunikasi persuasif adalah perilaku komunikasi yang bertujuan mengubah, memodifikasi atau membentuk respon (sikap atau perilaku) dari penerima (R. Bostrom); Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang bertujuan untuk mengubah atau mempengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator (Wikipedia).
Tujuan komunikasi persuasif identik dengan tujuan utama dakwah, yakni menanamkan believe (keyakinan) dan mengubah attitude (sikap/perilaku).
Demikianlah, dakwah, apa pun bentuk dan metodenya, merupakan komunikasi. Dakwah selalu merupakan bentuk komunikasi. Dakwah berarti komunikasi; namun tidak semua komunikasi berarti dakwah. Wallahu a’lam. (www.romeltea.com).*
Tulisan Lainnya:
Tags: Dakwah, Komunikasi, Komunikasi Dakwah, Persuasif
Print This Post
Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com
Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda!