Dasar-Dasar Fotografi: Panduan Lengkap untuk Pemula

Fotografi

Saya posting Dasar-Dasar Fotografi: Panduan Lengkap untuk Pemula ini untuk sendiri atau dokumentasi pribadi saja, tapi siapa tahu Anda juga butuh. Postingan lama saya di web ini tentang foto jurnalistik. Dasar-Dasar Fotografi ini meliputi pengertian fotografi, jenis-jenis fotografi, teknik memotret, elemen fotografi, dan konsep dasar fotografi.

Begini ceritanya. Saya punya kamera DSLR (Digital Single-Lens Reflex). Jarang digunakan karena tidak menguasai fotografi. Belakangan, yang tertarik menjadi “fotografer jalanan” yang mendokumentasikan kehidupan sehari-hari di tempat umum atau memotret pemandangan indah.

Nah, untuk memulainya, selain “benerin” elemen kamera yang error atau rusak, lalu belajar setting kamera, saya juga harus paham dong fotografi. Minimal dasar-dasarnya.

Artikel ini membahas elemen-elemen utama yang diperlukan untuk mengambil foto yang bagus, serta tips dan trik untuk meningkatkan keterampilan fotografi. Mari kita mulai dengan pengertian fotografi.

Pengertian Fotografi

Secara bahasa, fotografi (photography) berasal dari kata Yunani “photos” yang berarti cahaya dan “graphos” yang berarti “menggambar”.

Read More

Jadi, secara harfiah, fotografi berarti “menggambar dengan cahaya”. Fotografi melibatkan penggunaan cahaya untuk menangkap gambar pada media perekam, seperti film atau sensor digital.

Fotografi merupakan seni menangkap momen melalui lensa kamera, menciptakan gambar yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga bermakna.

Bagi saya dan Anda alias kita yang baru memulai perjalanan dalam dunia fotografi, memahami dasar-dasar fotografi sangat penting.

Fotografi adalah kombinasi antara seni dan teknik yang melibatkan penggunaan cahaya untuk menangkap gambar. Dari sejarahnya yang panjang hingga berbagai jenis dan elemen dasar yang menyusunnya, fotografi menawarkan banyak cara bagi kita untuk mengekspresikan diri dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

Sejarah Fotografi

Fotografi telah mengalami perkembangan yang panjang sejak penemuan awalnya. Berikut adalah beberapa tonggak penting dalam sejarah fotografi:

1. Penemuan Camera Obscura

Camera Obscura, sebuah perangkat optik yang menjadi cikal bakal kamera, telah dikenal sejak zaman Yunani kuno. Alat ini menggunakan lubang kecil untuk memproyeksikan gambar terbalik dari luar ke dalam ruang gelap.

2. Fotografi Permanen Pertama

Pada tahun 1826, Joseph Nicéphore Niépce berhasil menciptakan foto permanen pertama menggunakan teknik yang disebut heliografi. Gambar tersebut diambil dari jendela rumahnya dan membutuhkan waktu pencahayaan selama delapan jam.

3. Pengembangan Daguerreotype

Pada tahun 1839, Louis Daguerre memperkenalkan daguerreotype, sebuah proses fotografi yang menghasilkan gambar lebih jelas dengan waktu pencahayaan yang lebih singkat.

4. Fotografi Warna

Fotografi warna pertama kali dikembangkan pada akhir abad ke-19 dan menjadi populer pada pertengahan abad ke-20 dengan ditemukannya film warna.

5. Fotografi Digital

Revolusi digital dimulai pada akhir abad ke-20 dengan diperkenalkannya kamera digital yang menggunakan sensor elektronik alih-alih film untuk menangkap gambar.

Jenis-Jenis Fotografi

Fotografi memiliki berbagai jenis dan aliran yang mencerminkan beragam aspek kehidupan dan keindahan dunia. Berikut adalah beberapa jenis fotografi yang umum:

1. Fotografi Potret (Portrait Photography)

Menangkap ekspresi dan kepribadian individu atau kelompok orang. Jenis fotografi potret ini adalah jenis fotografi yang sangat populer. Bukan hanya fotografer profesional dan/atau wartawan foto, orang-orang biasa pun mempraktikkan jenis fotografi ini menggunakan ponsel.

Kunci dari jenis fotografi potret adalah pencahayaan, bayangan, dan jarak. Biasanya fotografer memakai angle close up untuk menangkap ekspresi model dengan baik.

Fotografi potret berfokus pada orang atau kelompok dengan membidik wajah, ekspresi, dan karakteristik unik individu atau kelompok tersebut. Fotografi potret sering digunakan dalam portofolio, media sosial, dan majalah. Contoh fotografi potret antara lain foto kelulusan, foto keluarga, dan foto model.

2. Fotografi Lanskap (Landscape photography)

Menangkap pemandangan alam seperti pegunungan, pantai, dan hutan. Jenis fotografi lanskap sangat digemari oleh para traveller. Contoh fotografi lanskap adalah foto gunung, foto sungai, foto pantai, dan sejenisnya.

Fotografi lanskap berfokus untuk mengabadikan keindahan alam dan lingkungan sekitar. Umumnya jenis fotografi ini menggunakan mode horizontal, namun ada pula yang menggunakan mode vertikal untuk membidik pohon tinggi.

3. Fotografi Makro (Macro photography)

Fokus pada objek kecil dan detail, seperti serangga atau bunga. Fotografi makro berfokus untuk memotret objek dari jarak yang sangat dekat sehingga lensa bisa menangkap detail kecil yang mungkin tidak terlihat oleh mata telanjang.

Umumnya, fotografi makro menggunakan lensa khusus agar mendapatkan hasil terbaik. Kamera yang digunakan biasanya DSLR atau mirrorless.

Fotografi makro banyak digunakan untuk bahan-bahan makanan, hewan-hewan kecil, atau benda dan objek alam yang kecil. Contoh fotografi makro adalah foto buah-buahan, foto kelopak bunga, foto tetes air di daun, foto serangga di dahan, foto miniatur, foto action figure, dan banyak lainnya

4. Fotografi Jalanan (Street Photography)

Mendokumentasikan kehidupan sehari-hari di tempat umum. Fotografer jalanan harus siap menghadapi momen tidak terduga, siap untuk merespons dengan cepat, dan menangkap esensi sebuah momen sebelum hilang.

Dalam street photography, fotografer berusaha untuk mengabadikan momen-momen yang seringkali terlewatkan oleh mata sendiri.

Fotografi jalanan atau street photography bertujuan untuk mengabadikan momen-momen kehidupan sehari-hari di jalanan perkotaan atau pedesaan. Fotografer jalanan biasanya melakukan observasi terlebih dahulu kepada target yang ingin dibidik demi mendapatkan hasil menarik. Mereka juga tidak berinteraksi langsung dengan target agar pose yang ditangkap tetap natural.

Fotografi jalanan berfokus pada momen-momen spontan yang mencerminkan kehidupan manusia, interaksi sosial, ekspresi, dan emosi. Contoh dari jenis fotografi ini adalah foto pertokoan di pinggir jalan, foto pasukan oranye yang sedang bekerja membersihkan jalanan, foto orang yang berjualan makanan keliling, foto orang-orang yang berjalan di trotoar, dan sebagainya.

5. Fotografi Jurnalistik (Journalism Photography)

Biasanya dilakukan fotografer media massa atau wartawan. Jenis foto jurnalistik mengabadikan momen-momen penting untuk keperluan berita dan dokumentasi. Fotografi jurnalistik bertujuan untuk menyajikan foto yang memiliki cerita atau nilai berita.

6. Fotografi Mode (Fashion Photoghraphy)

Menampilkan pakaian dan aksesori dalam konteks artistik atau komersial. Fotografi fashion berfokus pada pakaian, aksesori, dan gaya hidup.

Fotografer fashion sering bekerja untuk majalah, perusahaan pakaian, sepatu, atau aksesori. Mereka harus bisa menangkap keindahan desain pakaian dan motifnya. Contoh fotografi mode adalah foto pakaian, sepatu, tas, dan aksesori yang dikenakan oleh model.

7. Fotografi Arsitektur

Menangkap bangunan dan struktur buatan manusia. Fotografi arsitektur berfokus pada bangunan dan struktur arsitektur. Umumnya fotografi ini membidik sisi simetris dan artistik dari bangunan.

Fotografer arsitektur bekerja dengan klien di bidang arsitektur atau real estate. Contoh jenis fotografi arsitektur adalah foto masjid, foto gereja, dan foto gedung perkantoran.

8. Fotografi Commercial Advertising

Fotografi commercial advertising adalah jenis fotografi dengan tujuan promosi atau iklan. Proses pengambilan gambar dibuat semenarik mungkin dengan bantuan editing dan computer graphics.

Jenis fotografi ini mempunyai cakupan yang sangat luas, contohnya foto makanan, fashionskincare, dan lain-lain.

9. Fotografi Wedding

Sesuai namanya, fotografi wedding bertujuan untuk menangkap momen penting seseorang dalam serangkaian acara pernikahan.

Fotografi ini umumnya dimulai dari prewedding, acara sebelum menikah, sampai pernikahan itu sendiri. Wedding photography membutuhkan fotografer yang berpengalaman, karena dibutuhkan keahlian dalam menangkap momen-momen penting.

Peralatan Dasar Fotografi

Untuk memulai terjun di dunia fotografi atau menjadi fotografer, berikut adalah beberapa peralatan dasar yang Anda perlukan:

  1. Kamera: Pilih kamera yang sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda, bisa berupa kamera DSLR, mirrorless, atau bahkan kamera smartphone.
  2. Lensa: Lensa mempengaruhi kualitas dan karakteristik gambar. Lensa standar, lensa telefoto, dan lensa wide-angle adalah beberapa jenis lensa yang umum digunakan.
  3. Tripod: Tripod membantu menjaga kamera tetap stabil, terutama dalam kondisi pencahayaan rendah.
  4. Kartu Memori: Pastikan memiliki kartu memori dengan kapasitas yang cukup untuk menyimpan foto-foto Anda.
  5. Baterai Cadangan: Selalu bawa baterai cadangan untuk menghindari kehabisan daya saat memotret.

Peralatan lengkap fotografi, selain alat dasar di atas, antara lain payung reflektor, stand background, filter lensa, softbox untu mengubah cahaya, slave unit untuk menangkap cahaya dari sumber lain, waterproof bag, tissu lensa, dan lash kamera untuk menghasilkan cahaya dan digunakan pada ruangan yang cukup redup.

Konsep Dasar Fotografi

1. Eksposur (Exposure)

Eksposur adalah jumlah cahaya yang mencapai sensor kamera. Ada tiga elemen utama dalam eksposur yang dikenal dengan sebutan Segitiga Eksposur (Exposure Triangle):

  1. Aperture (Bukaan): Mengontrol jumlah cahaya yang masuk melalui lensa. Diukur dalam f-stop (misalnya, f/2.8, f/4, f/8).
  2. Shutter Speed (Kecepatan Rana): Mengontrol berapa lama sensor terpapar cahaya. Diukur dalam detik atau pecahan detik (misalnya, 1/500, 1/60, 2 detik).
  3. ISO: Mengontrol sensitivitas sensor terhadap cahaya. Nilai ISO yang lebih tinggi memungkinkan Anda memotret dalam kondisi pencahayaan rendah, tetapi dapat menambahkan noise pada gambar.

ISO adalah singkatan dari International Organization for Standardization. Sensitivitas ISO adalah standar yang ditetapkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) yang mewakili sensitivitas terhadap cahaya sebagai nilai numerik. Angka yang lebih tinggi menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi dan kemampuan menangkap cahaya yang lebih besar.

Photography Cheat Sheet
Photography Cheat Sheet

2. Komposisi (Composition)

Komposisi adalah cara mengatur elemen-elemen dalam gambar. Beberapa aturan komposisi yang umum adalah:

  • Rule of Thirds: Membagi gambar menjadi tiga bagian horizontal dan vertikal, lalu menempatkan subjek pada titik pertemuan garis-garis tersebut.
  • Leading Lines: Menggunakan garis-garis dalam gambar untuk memandu mata penonton menuju subjek.
  • Framing: Menggunakan elemen-elemen di sekitar subjek untuk membuat bingkai alami, seperti jendela atau cabang pohon.

3. Pencahayaan (Lighting)

Pencahayaan atau penerangan adalah elemen kunci dalam fotografi. Sumber cahaya dapat berasal dari matahari, lampu studio, atau bahkan lampu jalan.

Beberapa tips untuk pencahayaan yang baik adalah:

  • Golden Hour: Waktu terbaik untuk memotret adalah satu jam setelah matahari terbit dan satu jam sebelum matahari terbenam.
  • Soft Light: Cahaya lembut mengurangi bayangan keras dan membuat gambar terlihat lebih natural.

Elemen Dasar Fotografi

Untuk memahami fotografi secara menyeluruh, kita perlu mengenal beberapa elemen dasar yang membentuk sebuah foto. Elemen-elemen ini meliputi:

  1. Cahaya (Light): Elemen paling penting dalam fotografi. Sumber cahaya bisa alami seperti matahari, atau buatan seperti lampu.
  2. Komposisi (Composition): Cara mengatur elemen-elemen visual dalam bingkai gambar untuk menciptakan keseimbangan dan daya tarik.
  3. Eksposur (Exposure): Jumlah cahaya yang masuk ke sensor kamera atau film. Eksposur ditentukan oleh aperture, shutter speed, dan ISO.
  4. Aperture (Bukaan): Lubang di lensa yang mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke kamera. Diukur dalam f-stop.
  5. Shutter Speed (Kecepatan Rana): Waktu selama sensor kamera terpapar cahaya. Diukur dalam detik atau pecahan detik.
  6. ISO: Sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. ISO yang lebih tinggi memungkinkan pengambilan gambar dalam kondisi pencahayaan rendah, tetapi dapat menambah noise pada gambar.
  7. Fokus (Focus): Menentukan bagian gambar yang terlihat tajam dan jelas. Fokus dapat diatur secara manual atau otomatis.
  8. Depth of Field (Kedalaman Bidang): Jarak antara objek terdekat dan terjauh yang tetap terlihat tajam dalam gambar. Dipengaruhi oleh aperture, jarak ke subjek, dan panjang fokus lensa.

Teknologi dalam Fotografi

Fotografi terus berkembang dengan teknologi yang semakin canggih. Beberapa perkembangan teknologi dalam fotografi meliputi:

  1. Kamera Digital: Menggunakan sensor digital untuk menangkap gambar, menggantikan film.
  2. Software Pengeditan: Program seperti Adobe Photoshop dan Lightroom memungkinkan fotografer untuk mengedit dan memanipulasi gambar secara mendetail.
  3. Kamera Mirrorless: Kamera tanpa cermin yang lebih ringan dan lebih kecil dibandingkan DSLR, dengan kualitas gambar yang setara atau lebih baik.
  4. Drone Photography: Menggunakan drone untuk mengambil gambar dari udara, memberikan perspektif baru.

Teknik Fotografi Sesuai Jenis Foto

1. Fotografi Potret

Fotografi potret fokus pada menangkap karakter dan emosi seseorang. Beberapa tips untuk fotografi potret adalah:

  • Gunakan Aperture Lebar: Aperture lebar (f/2.8 atau lebih lebar) menciptakan efek bokeh yang indah di latar belakang.
  • Fokus pada Mata: Mata adalah jendela jiwa, pastikan mata subjek tajam dan fokus.

2. Fotografi Lanskap

Fotografi lanskap menangkap keindahan alam. Beberapa tips untuk fotografi lanskap adalah:

  • Gunakan Tripod: Untuk mendapatkan gambar yang tajam, terutama saat menggunakan kecepatan rana lambat.
  • Cari Komposisi Menarik: Gunakan leading lines dan rule of thirds untuk menciptakan komposisi yang menarik.

3. Fotografi Makro

Fotografi makro adalah seni memotret objek kecil dari jarak dekat. Beberapa tips untuk fotografi makro adalah:

  • Gunakan Lensa Makro: Lensa makro dirancang khusus untuk memotret objek kecil dengan detail tinggi.
  • Perhatikan Detail: Fokus pada detail dan tekstur objek untuk menghasilkan gambar yang menarik.

Cara Setting Mode Kamera DSLR

Berikut ini contoh setting kamera DSLR Canon 600D agar hasil fotonya bagus dari Takterlihat.

1. Mode AV: Agar Foto Lebih Terang atau Gelap

Jika Anda ingin mengubah kecerahan foto, akses settingan Aperture Priority (AV Mode). Caranya mudah, putar dial mode ke AV.

Dalam settingan mode AV ini, Anda dapat mengatur nilai aperture yang akan memengaruhi kecerahan foto hasil jepretan.

  • Jika Anda ingin foto lebih terang, putar dial perubahan exposure compensation (biasanyaada tanda +/-) ke arah yang positif.
  • Jika Anda menginginkan foto lebih gelap, putar dial tersebut ke arah yang negatif.

2. Mode M: Cara Memperoleh Efek Bokeh

Bokeh adalah efek pada foto berupa latar belakang yang buram dan subjek yang terfokus dengan jelas. Efek ini bisa membuat foto Anda terlihat profesional.

Untuk mendapatkan efek bokeh:

  • Gunakan mode Manual (M Mode). Putar dial mode pada kamera Canon 600DAnda ke M.
  • Perhatikan nilai aperture yang tampil di layar LCD kamera. Gunakan aperture besar seperti f/1.8 atau f/2.8. Semakin kecil angkanya, semakin buram latar belakang objek fokus kamera.

3. Mode TV: Memotret Objek Bergerak

Jika Anda sering memotret objek yang bergerak, seperti hewan peliharaan yang aktifatau anak-anak yang bermain, Anda mungkin pernah mengalami foto yang blur atau tidak terlalu jelas.

Untuk menghindari foto blur pada objek yang bergerak:

  • Akses settingan Shutter Priority (TV Mode) pada kamera Canon 600D Anda. Putar dial mode kamera ke TV dan lihat nilai shutter speed yang ditampilkan di layar LCD.
  • Nilai shutter speed yang tinggi, seperti 1/500 atau 1/1000 detik, dapat menghasilkan foto yang lebih tajam bagi objek yang sedang bergerak.

Cara Setting Mode Kamera DSLR

Pasca Produksi Foto

Pasca produksi adalah proses mengedit gambar setelah pemotretan. Beberapa langkah umum dalam pasca produksi adalah:

  • Crop dan Rotate: Memotong dan memutar gambar untuk memperbaiki komposisi.
  • Adjust Exposure: Mengatur kecerahan, kontras, dan pencahayaan gambar.
  • Retouching: Menghilangkan noda atau objek yang tidak diinginkan.

Kesimpulan

Fotografi adalah kombinasi antara seni dan teknik. Dengan memahami dasar-dasar fotografi seperti eksposur, komposisi, dan pencahayaan, kita dapat mengambil gambar yang lebih baik dan lebih bermakna. Kita juga dapat bereksperimen dan menemukan gaya fotografi sendiri.

Semoga artikel tentang dasar-dasar fotografi ini bermanfaat bagi Anda juga yang ingin memulai perjalanan dalam dunia fotografi.

Akhirul kalam, artikel tentang Dasar-Dasar Fotografi: Panduan Lengkap untuk Pemula ini bukan saya yang buat, tapi ChatGPT ya! Edit dikit lag. Hehe… ! Selamat belajar fotografi dan selamat memotret! Cekrek!

Video Belajar Fotografi | Hunting Pertama di GBLA Sunday Market

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *