Lima Cara Membuka Pidato (Public Speaking)

Lima Cara Membuka Pidato (Public Speaking)

314
0
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

rahasia sukses pidatoKata-kata pembuka pidato (public speaking) ibarat lead (teras) dalam sebuah tulisan. Ia akan menentukan apakah pembaca akan meneruskan bacaannya atau tidak. Karenannya, dibutuhkan teknik mengawali pidato atau cara membuka pidato yang “pas” dan “cerdas”.

Kata-kata pembuka menjadi kunci keberhasilan memikat audiens untuk terus  menyimak pidato kita atau tidak.

Benar, bukalah pidato Anda dengan salam, tapi setelah salam dan “basa-basi “ menyapa hadirin, what next? Misalnya, “Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi, hadirin  yang saya hormati… “ Terus, ngomong apa?

Cara terbaik membuka pidato adalah langsung menyebutkan topik pembicaraan, poin-poinnya. ““Jika sebelumnya Anda memberi tahu audiens Anda apa yang akan Anda bicarakan, mereka akan lebih mudah mengikuti isi piato Anda,” kata Larry King dalam bukunya, How to Talk to Anyone, Anytime, Anywhere (1994).

Contoh pembuka pidato yang langsung menyebutkan topik pembicaraan: “Saudara-sudara, saya akan berbicara tentang bisnis online, apa itu bisnis online, bagaimana cara memulainya, dan kunci suksesnya”.

Itu saja cara membuka pidato? Oh, tidak! Ada belasan teknik pembuka pidato yang bisa Anda pilih. Saya pilihkan lima teknik pembuka pidato dari Jill Bremer.

1. Quotation

Kutipan. Awali pidato Anda (setelah salam tentunya) dengan mengutip ungkapan, pepatah, atau ucapan orang terkenal, bisa juga kutipan ayat suci dan hadits. “Saudara-saudara, Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan, ikatlah ilmu dengan tulisan.”

2. Rhetorical Question

Mengajukan pertanyaan retoris. “Saudara-saudara, apakah semua politisi suka berbohong? Apa semua partai politik tidak menanamkan akhlak mulia kepada para kadernya?”

3. Declarative Statement

Pernyataan deklaratif. “Saudara-saudara, delapan dari sepuluh pria di dunia ini ternyata tidak setia”. “Sudara-saudara, survei terbaru menunjukkan, Facebook mematikan budaya menulis”.

4. Scenario

Melontarkan skenario guna menciptakan “gambar” di benak hadirin. Biasanya diawali dengan kata-kata “Bayangkan”, misalnya: “Saudara-saudara, bayangkan, Anda sedang duduk di tepi pantai, memandang ombak di lautan yang kian menepi. Di depan Anda segelas kopi hangat. Di samping Anda wanita cantik yang mencintai Anda…”

5. Anecdote

Mengawali dengan anekdot, cerita lucu, atau humor. “Saudara-saudara, suatu hari di bulan puasa, saat seorang kakek sedang puasa, tiba-tiba kepalanya sakit. Dengan panik si kakek langsung meminum obat Bodrex. Cucunya yang melihat kejadian itu, langsung bertanya, “Kakek ‘kan puasa, kenapa minum obat?” Jawab si kakek: “Itulah okenya Bodrex, bisa diminum kapan saja!”

Kelima cara membuka pidato di atas bisa Anda siapkan sebelumnya, jika perlu “hafalkan”, dan latih! Teknik kutipan hingga anekdot harus disesuaikan dengan topik dan suasana. Wasalam. (www.romeltea.com).*

INFO PELATIHAN PUBLIC SPEAKING & PRESENTASI EFEKTIF > SinergyConsulting

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

LEAVE A REPLY