Masjid Raya Al Jabbar atau Masjid Al Jabbar Bandung adalah Masjid Raya Provinsi Jawa Barat di Jl. Cimencrang No. 14 Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Dikenal sebagai Masjid Terapung Gedebage, lokasi masjid megah ini berdekatan dengan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Stasiun Kereta Api (KA) Cimekar, Summarecon Bandung, serta berdampingan dengan Mapolda Jabar dan Kampus 2 UIN SGD Bandung.
Masjid Raya Al Jabbar menjadi ikon baru Kota Bandung dan destinasi wisata religi di Jawa Barat. Kemegahan bangunan dan keluasan area menjadi daya tarik utamanya. Acara keagamaan atau kajian Islam yang melibatkan massa besar hingga 50.000 jamaah bisa digelar di masjid ini.
Masjid Raya Al Jabbar Bandung merupakan Masjid Al Jabbar terbaru dan terbesar yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, Pemprov Jabar membangun dan meresmikan Masjid Al Jabbar lainnya di lima kota/kabupaten di Jawa Barat, yakni Masjid Al Jabbar Cimangkok (Kabupaten Sukabumi), Masjid Al-Jabbar Cibinong (Kabupaten Cianjur), Masjid Al-Jabbar Cipeuyeum (Kabupaten Cianjur), Masjid Al-Jabbar Cikalong (Kabupaten Tasikmalaya), dan Masjid Al-Jabbar Kertajati (Kabupaten Majalengka).
Masjid Al Jabbar Bandung kini bernama resmi Masjid Raya Al Jabbar (MRAJ) sebagai Masjid Raya Provinsi Jawa Barat. Masjid ini sebelumnya dikenal dengan sebutan “Masjid Terapung Gedebage” karena dikelilingin danau retensi atau danau buatan sehingga seakan-akan “terapung” di atas air danau.
Sejarah Masjid Raya Al Jabbar
Masjid Raya Al Jabbar didirikan tahun 2017. Peletakan batu pertama dilakukan pada Jumat, 29 Desember 2017, oleh Gubernur Jawa Barat saat itu Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Deddy Mizwar.

Masjid Raya Al Jabbar Bandung selesai dibangun dan diresmikan pada Jumat, 30 Desember 2022, oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang juga menjadi arsitek masjid ini saat ia menjabat Wali Kota Bandung. Sehari setelah peresmian, 1 Januari 2023, masjid ini dibuka untuk umum.

Tentang Nama Al Jabbar
Nama Al Jabbar yang disematkan pada masjid raya ini memiliki filosofi yang sangat mendalam dan sarat makna. Nama Al Jabbar dipilih tidak hanya sekadar sebagai identitas tempat ibadah, tetapi merepresentasikan tiga unsur penting bagi masyarakat setempat.
Berikut adalah tiga filosofi utama di balik penamaan Masjid Al Jabbar:
- Asmaul Husna: Al-Jabbar merupakan salah satu nama agung Allah SWT (Asmaul Husna) yang bermakna Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, atau Yang Memiliki Mutlak Kekuatan untuk mengatur segala urusan.
- Akronim Jawa Barat: Nama Al Jabbar juga menjadi singkatan atau akronim dari “Jawa Barat” (Jabar).
- Konsep Matematika Aljabar: Desain arsitektur masjid terinspirasi dari ilmu dan rumus matematika Aljabar yang dicetuskan oleh ilmuwan muslim Al-Khawarizmi.
Ketiga elemen ini menyatu dalam bangunan masjid yang dikenal dengan ikon arsitektur terapungnya yang indah. Kaligrafi Asmaul Husna dipasang di depan mihrab Ruang Utama Masjid atau tepat di depan tempat imam shalat berjamaah.
Luas dan Kapasitas Masjid Raya Al Jabbar
Masjid Raya Al Jabbar di Gedebage, Bandung, memiliki total luas lahan sekitar 25,9 hektare. Kawasan ini mampu menampung hingga sekitar 33.000 hingga 60.000 jemaah sekaligus, tergantung pada penggunaan area.
- Luas Total Lahan: ≈ 25,9 hektare
- Luas Area Tapak Bangunan Masjid: ≈ 2,9 hektare
- Luas Kolam Retensi (Danau): ≈ 6,93 hektare
- Luas Plaza, Parkir, & Area Hijau: ≈ 11,16 hektare
- Lantai Dasar Masjid: 11.291 meter persegi.
- Lantai I: 8.329 meter persegi
- Lantai Mezzanine: 2.232 meter persegi.
- Ukuran ruang luar masjid: 17.429,6 meter persegi.
Kapasitas masjid mampu menampung 60.000 jemaah, baik di dalam maupun di plazanya. Untuk di dalam masjid, bisa menampung 33.000 jamaah, sisanya bisa tersebar hingga ke plaza. (Bappeda).
Keunikan Masjid Raya Al Jabbar Bandung
Selain megah, indah, dan luas, masjid ini memiliki keunikan sebagai berikut:
- Terapung: Keunikan utama masjid ini adalah seolah-solah mengapung atau berdiri di atas danau sehingga sejak awal dikenal sebagai Masjid Terapung.
- Atap Curva Tanpa Kubah: Masjid dibangun dengan struktur utama beton dan rangka atap dengan struktur baja bentang panjang 99 m plus penutup atap kaca dan alumunium solid panel dengan ketinggian 58m.
- Tanpa Tiang Dalam: Ruang utama masjid tanpa tiang.
Masjid Raya Al Jabbar juga dilengkapi dengan 4 menara setinggi 99 meter, sebagai simbol dari Asmaul Husna. Selain itu, pada relung pintu masjid, terdapat motif batik yang masing-masing mencerminkan ciri khas dari kabupaten dan kota yang ada di Jawa Barat sejumlah 27 buah.
Fasilitas Masjid Raya Al Jabbar
Masjid Raya Al Jabbar juga mempunyai beberapa fasilitas dan yang dapat digunakan sebagai sarana edukasi, wisata religi, dan lainnya.

Berikut beberapa ragam fasilitas menarik di Masjid Raya Al Jabbar:
1. Tempat Wudhu Outdoor
Tempat wudhu yang ada di area halaman masjid. Arsitek membuat paviliun wudu yang terinspirasi dari masjid-masjid besar di Turki. Tempat wudhu outdoor ini memudahkan jamaah mengambuil wudhu atau sekadar membasuh muka. Disarankan berwudhu di tempat wudhu indoor yang berdekatan dengan tempat penitipan alas kaki, toilet, dan tangga masuk kedalam masjid dari lantai dasar.

2. Tempat Wudhu Indoor
Fasilitas tempat wudu tertutup di lantai dasar bersebalahan dengan toilet.

3. Area Utama Masjid
Area utama masjid untuk shalat yang dilengkapi karpet, mihrab, mimbar, soundsystem, AC, dan tiang atau 12 pilar seperti tornado yang menyimbolkan Trilogi Iman (6), Islam (5), dan Ihsan (1). Area shalat dibagi dua ikhwan-akhawat serta lantai mezanin di bagian belakang. Pilar-pilar itu juga berfungsi sebagai tempat AC, Speaker, Mushaf Al-Qur’an, dan tempat sarung.

4. Koridor
Koridor atau lorong Masjid Raya Al Jabbar dibuat mengelilingi halaman utama yang menyuguhkan sudut pandang yang berlainan saat memandang masjid. Di area inilah jamaah boleh makan, minum, botram, dan tiduran. Anda juga bisa mengadakan acara diskusi, rapat, pengajian dengan jamaah terbatas di area ini –dengan risiko berbaur dengan pengunjung lain.

5. Jembatan Nabi Musa
Ada dua jembatan sebagai akses masuk masid, yakni sebelah selatan dan utara, berupa jembatan Nabi Musa menjadi penghubung antara plaza dengan halaman utama masjid.
Jembatan ini berkisah tentang salah satu mukjizat Nabi Musa a.s., yaitu dapat membelah lautan. Berjalan di antara air mancur yang tingginya hampir 2x manusia normal membuat seakan berjalan di antara lautan.

6. Taman Tematik Nabi
Fasilitas Masjid Raya Al Jabbar lainnya adalah kawasan Taman Tematik Nabi, yakni Taman Nabi Musa, Taman Nabi Adam, Taman Nabi Nuh, Taman Nabi Ibrahim, Taman Nabi Yunus, dan Taman Nabi Isa a.s. Ada juga Taman Islam. Taman-taman tematik nabi ini memiliki desain yang berbeda sesuai dengan kisah masing-masing nabi serta menghadirkan keanekaragaman tanaman di Jawa Barat.

7. Gerbang Pelataran
Bagian koridor Masjid Raya Al Jabbar yang terhubung langsung dengan jembatan Nabi Musa diberikan aksen yang sedikit berbeda. Kanopi pada titik ini ditinggikan sehingga membentuk elemen seperti gerbang.

8. Akses Kursi Roda
Masjid Raya Al Jabbar sangat ramah disabilitas dengan akses kursi roda yang lengkap, termasuk ramp, lift khusus difabel yang bisa memuat kursi roda, serta jalur khusus di sisi kanan-kiri pintu masjid, memastikan kemudahan akses ke area ibadah utama dan fasilitas lainnya, menjadikannya tempat ibadah yang inklusif.

9. Selasar Pelataran
Bangunan Masjid Al Jabbar berdiri di depan pelataran besar yang dapat diakses melalui jembatan Nabi Musa. Pelataran menjadi ruang tambahan yang dapat menampung jemaah di hari-hari raya.

10. Tangga Utama
Tangga utama Masjid Al Jabbar didesain sangat lebar dengan hiasan pot-pot bunga berwarna ungu. Tangga ini terdapat di area pelataran dan merupakan akses langsung menuju ruang salat.

11. Mihrab
Mihrab di bagian depan area salat digunakan untuk imam memimpin salat dan sebagai penunjuk arah kiblat jemaah yang akan beribadah.

12. Plaza Depan: Taman Air Mancur
Plaza depan yang berada dekat dengan area drop-off ini dirancang berupa taman melingkar dengan patung berbentuk kaligrafi Al Jabbar di tengahnya. Dikenal dengan area Taman Air Mancur.
13. Ruang Temporer Marodh
Dikenal juga dengan Ruang Aula Geleri –karena berdampingan dengan Galeri Rasulullah Saw, fasilitas ruangan di bagian bawah area salat utama Masjid Raya Al Jabbar ini berfungsi sebagai ruangan serba guna yang dapat dimanfaatkan jemaah dalam pelaksaan majelis taklim dan acara keagamaan lainnya. Di ruangan ini pula pelantikan pengurus DKM Al Jabbar pertama (2023-2024).

14. Selasar
Area depan tangga utama yang menjadi favorit pengunjung untuk menikmati keindahan masjid, duduk-duduk, dan sebagainya. Anak-anak juga suka berlari-lari kecil di area ini.

15. Retail
Ruangan yang disewakan untuk para pengusaha lokal menjalankan usahanya. Berdekatan dengan area cafetaria, jemaah yang hadir bisa sekaligus berbelanja dengan lebih nyaman.

16. Cafetaria
Fasilitas di Masjid Al Jabbar ini merupakan area khusus bagi para jemaah untuk beristirahat dan menikmati santapan yang dipesan dan dimasak langsung dengan konsep dapur terbuka.

17. Kolam Reflektif
Kolam yang mengelilingi keempat sisi masjid akan memperlihatkan pantulan Masjid Raya Al Jabbar terutama dengan keindahan cahayanya di malam hari. Di balik itu, keberadaan kolam reflektif mengingatkan kita sebagai manusia untuk terus berefleksi diri.

18. Lift Eskalator
Dengan desain masjid yang dibuat lebih inklusif, tersedia lift dan eskalator di dua sisi jalan masuk area salat utama demi memberikan kemudahan akses bagi seluruh jamaah.

19. Ruang Edukasi
Fasilitas ruangan khusus ini ada di Masjid Al Jabbar untuk melakukan diskusi, rapat dan keperluan lainnya. Di dalamnya tersedia meja, kursi, dan infocus yang bisa dimanfaatkan selama penggunaan ruangan.

20. Classroom
Terdapat 4 ruang kelas yang bisa digunakan dalam rangka pembelajaran dan diskusi keagamaan.

21. Perpustakaan
Fasilitas ini berupa akses gratis ke ratusan buku dan literatur Islam yang tersedia di area perpustakaan yang terletak di dekat area cafetaria.

22. Control Room/Ruang CCTV
Fasilitas di Masjid Al Jabbar ini berupa ruangan pusat dalam mengontrol seluruh area Masjid Raya Al Jabbar melalui CCTV sekaligus menjadi Ruang Pusat Informasi bagi jamaah atau pengunjung. Laporan kehilangan, penemuan, dan sejenisnya bisa dilakukan di ruangan ini untuk diumumkan kepada pengunjung/jamaah dan menjangkau seluruh kawasan masjid.
23. Galeri Rasulullah Saw
Semula bernama Museum Rasulullah. Galeri Rasulullah Saw berada di lantar dasar dekat tempat wudhu. Galeri ini berisikan sejarah Nabi Muhammad Saw, replika naskah-naskah di zaman Rasulullah Saw, sejarah Islam, mushaf Sundawi, hingga sejarah Islam di Jawa Barat dengan sajian format digital.

24. Mushaf Al Jabbar
Di dalam masjid tersedia banyak mushaf Al-Qur’an untuk dibaca di dalam masjid saja.

25. Relung
Masjid Al Jabbar memiliki interior dan artwork yang memesona dan memberikan pengalaman luar biasa kepada pengunjung. Salah satunya, simbol identitas 27 kabupaten/kota yang melekat di relung masjid.
Simbol tersebut tidak hanya menggambarkan identitas Provinsi Jabar, tetapi juga bertujuan agar seluruh masyarakat Jabar merasa dekat dengan Masjid Al Jabbar meski berlokasi di Kota Bandung, yakni di Jl. Cimencrang No. 14, Kelurahan Cimencrang, Kecamatan Gedebage.

26. Lantai Mezanin
Lantai yang berada di atas area salat utama ini dikhususkan untuk area salat jemaah perempuan atau dibuka jika area jamaah akhwat penuh. Dengan pemandangan yang berbeda, abadikan momen dengan latar lafaz Allah dan interior masjid yang indah.
27. Patung Kaligrafi Al Jabbar
Dikenal dengan area air mancur. Siapa sangka bahwa karya seni yang menyambut kita di area depan adalah lafaz Al Jabbar yang dipelintir? Inilah karya salah satu seniman asal Bandung. Berlatarkan patung Al Jabbar sekaligus bangunan masjid secara utuh, ini bisa spot foto terbaikmu!

28. Minaret, Empat Menara
Empat minaret yang berada di sudut-sudut masjid didesain dengan kulit. Kulit minaret dihiasi dengan warna-warna yang senada dengan kaca bangunan masjid.

29. Makara
Bagian puncak Masjid Raya Al Jabbar didesain dengan elemen tusuk sate seperti yang terdapat pada Kantor Gubernur Jawa Barat. Lima bola pada tusuk sate melambangkan lima rukun Islam.

30. Royal Crown
Royal Crown berada di puncak plafon area salat masjid. “Mahkota” ini berupa kaligrafi lafaz “Allah” yang berukuran sangat besar dan menggantung ke bawah.

31. Kaca Warna Warni
Kulit masjid dibuat dari kaca warna-warni: biru, kuning, dan ungu. Cahaya matahari yang menembus kaca memberikan pemandangan yang menarik di dalam lantai ruang salat.

32. Litf
Masjid Raya Al Jabbar dilengkapi lift untuk menuju ruang utama masjid dan mezanin dari lantar dasar.

Demikian fasilitas Masjid Raya Al Jabbar. Ada juga fasilitas penitipan sepatu/sandal, mukena, sarung, air minum gratis, fasilitas kesehatan (ruang kesehatan), dan colokan lisrik tempat ngecas handphone di dinding samping kiri-kanan ruang utama masjid.
Pengurus DKM Al Jabbar
Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Jabbar periode pertama (2023-2024) dipimpin langsung Gubernur Jawa Barat sebagai Ketua Umum, lalu Wakil Gubernur sebagai Wakil Ketua, dan Ketua Harian dijabat Sekretaris Daerah (Sekda).
Pengurus DKM Al Jabbar 2023-2024 merupakan gabungan pejabat dan ASN Pemprov Jabar dan pimpinan dan pengurus Ormas Islam se-Jawa Barat.
Vakum setahun, Pengurus DKM Al Jabbar yang baru periode 2025-2030 dilantik pada Desember 2025. Susunan Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al Jabbar periode 2025-2030 ditetapkan melalui SK Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pada 18 September 2025.
Susunan Pengurus DKM Masjid Raya Al Jabbar Periode 2025-2030 terdiri dari Dewan Pembina, Dewan Pengarah, dan Dewan Kemakmuran (DKM).
Ketua DKM Masjid Raya Al Jabbar Dr. KH. Tata Sukayat, M.Ag membawahkan Bidang Pemeliharaan (Riayah), Bidang Organisasi dan Pengembangan (Idaroh), dan Bidang Peribadahan dan Kemakmuran (Imaroh) plus Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Bidang Pelayanan Kesehatan, dan Bidang Humas & Publikasi.
Imam Besar Masjid Raya Al Jabbar untuk masa bakti 2025–2030 adalah Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, Prof. Dr. K.H. Dindin Solahudin, M.A., dan Dr. K.H. Rofiqul A’la, M.A.
Pengurus DKM Al Jabbar Lengkap
Izin Kegiatan di Masjid Raya Al Jabbar
Kalangan majelis taklim, ormas Islam, atau komunitas dapat mengadakan acara keagamaan di masjid ini secara gratis, kecuali kegiatan akad nikah yang dipatok infak minimal Rp2 juta.
Pada dasarnya, izin kegiatan acara di Masjid Raya Al Jabbar Bandung sama sekali tidak dipungut biaya (gratis), namun penyelenggara wajib mengikuti prosedur resmi melalui aplikasi Sapawarga.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai syarat, prosedur, dan ketentuan untuk mengadakan acara seperti majelis taklim, kajian keislaman, atau akad nikah di Masjid Raya Al Jabbar:
Syarat dan Ketentuan Utama
- Penyediaan Tempat Saja: Pengelola hanya memfasilitasi area atau tempat kegiatan, tidak termasuk konsumsi atau akomodasi tambahan.
- Rekomendasi Resmi: Wajib melampirkan surat rekomendasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah daerah (Pemda) setempat.
- Surat Pernyataan: Membuat dan menandatangani surat pernyataan tertulis di atas meterai untuk menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan keutuhan fasilitas masjid.
- Kesesuaian Syiar: Acara harus murni bermuatan syiar Islam, dakwah, atau kegiatan sosial keagamaan yang tidak melanggar hukum.
Alur Prosedur Pengajuan Izin
Anda dapat mengajukan permohonan secara daring (online) dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
- Unduh Aplikasi Sapawarga Jabar
- Pilih Menu Masjid Raya Al Jabbar > Izin Kegiatan/Taklim
- Isi Form Kegiatan
- Unggah Dokumen yang Diperlukan
- Tunggu Verifikasi via WhatsAppp.
Demikian Profil Lengkap Masjid Raya Al Jabbar plus sejarah, fasilitas, dan cara izin kegiatan.
Video Eksplor Masjid Raya Al Jabbar
Discover more from Romeltea Online
Subscribe to get the latest posts sent to your email.






