Jurnalisme Warga: Pengertian & Prinsip Dasar

1657 views

Seorang jurnalis warga –mengaku sebagai “praktisi CJ” (Citizen Journalism)– mengirimkan email ke saya. Ia bertanya, “Apakah jurnalisme warga juga harus mengikuti kaidah penulisan berita, seperti 5W+1H?”

Saya jawab, ya, agar berita yang ditulis lengkap. Formula 5W+1H adalah pedoman dasar penulisan berita, khususnya jenis berita straight news.

Jurnalis warga juga harus menaatu kaidah penulisan berita lainnya, seperti akurat dan berimbang, agar berita yang ditulis dan dipublikasian layaknya berita yang dibuat wartawan profesional.

jurnalisme warga citizen journalism

Pengertian Jurnalisme Warga

Ensiklopedia Britannica menyebutkan, jurnalisme warga adalah jurnalistik yang dilakukan oleh orang-orang yang bukan wartawan profesional.

Orang biasa dalam pengertian non-jurnalis ini menyebarkan informasi menggunakan situs web, blog, dan media sosial.

Jurnalistik warga telah memperluas pengaruhnya di seluruh dunia, meskipun masih ada kekhawatiran mengenai apakah jurnalis warga sama andalnya dengan wartawan profesional.

Berkat kecanggihan teknologi telepon seluler (HP) atau telepon pintar (smartphone), saat ini warga di zona bencana –misalnya– sudah bisa menyediakan teks instan dan pelaporan visual (video) dari tempat kejadian.

Orang-orang di negara-negara yang terkena dampak pergolakan politik dan seringkali di negara-negara di mana media cetak dan siaran dikendalikan oleh pemerintah, telah menggunakan berbagai alat teknologi untuk berbagi informasi tentang hot spot.

Pengusaha online di Korea Selatan, Oh Yeon-ho,  menyatakan tahun 2000 bahwa “setiap warga negara adalah seorang reporter.”

Oh dan tiga rekan Korea Selatan memulai sebuah surat kabar harian online pada tahun 2000 karena, katanya, mereka tidak puas dengan pers tradisional Korea Selatan.

Karena tidak mampu membayar biaya untuk mempekerjakan para profesional dan mencetak surat kabar, mereka memulai OhmyNews, situs web yang menggunakan sukarelawan untuk menghasilkan kontennya.

Dalam sebuah pidato di ulang tahun ketujuh situs tersebut, Oh, presiden dan CEO perusahaan, mencatat bahwa situs berita dimulai dengan 727 reporter warga di satu negara dan pada 2007 telah berkembang menjadi 50.000 kontributor yang melaporkan dari 100 negara.

Sejak itu internet telah menelurkan ribuan situs berita dan jutaan blogger. Dalam sebuah artikel tahun 2007, editor J.D. Lasica menyebut jurnalisme warga sebagai “jurnalisme partisipatif”.

Jurnalistik warga telah memainkan peran utama dalam peristiwa politik abad ke-21. Media sosial Twitter memantapkan dirinya sebagai outlet yang muncul untuk penyebaran informasi.

Dengan demikian, jurnalisme warga merujuk pada pada peran aktif masyarakat dalam mengumpulkan, melaporkan, menganalisis, juga menyajikan berita.

Per definisi, jurnalisme warga adalah aktivitas jurnalistik yang dilakukan oleh warga biasa (bukan wartawan) melalui berbagai media, terutama media sosial.

Kegiatan yang dilakukannya jurnalis warga sama dengan wartawan pada umumnya, yakni mengumpulkan informasi, menulis berita, mengedit dan menyiarkannya.

Bedanya, jurnalis warga tidak merasa terikat oleh kaidah dan kode etik jurnalistik serta tidak menulis berita atas nama redaksi media atau lembaga pers.

D. Lasica dalam Tamburaka (2013) menjelaskan klasifikasi jurnalisme warga sebagai berikut:

  1. Partisipasi audiens — komentar pengguna melampirkan liputan berita media, blog pribadi, cuplikan foto atau video yang direkam mobile camera, atau berita lokal yang ditulis oleh warga atau komunitas.
  2. Berita independen dan informasi website (Consumer Reports, the Drudge Report).
  3. Partisipasi penuh dalam situs berita media (NowPublic, OhmyNews, DigitalJournal.com, GroundReport).
  4. Kolaborasi dan kontribusi terhadap situs berita media (Slashdot, Kuro5hin, Newsvine).
  5. Bentuk lain dari “thin media.” (mailing lists, email newsletters).
  6. Website penyiaran pribadi (video broadcast sites such as KenRadio).

Jurnalisme warga muncul saat Mrak Drudge menuliskan berita terkait perselingkuhan Bill Clinton dengan stafnya pada 19 Januari 1998 di internet (blog).

Di Indonesia, jurnalisme warga populer saat terjadi tragedi Tsunami di Aceh (2004) yang diliput sendiri oleh korban tsunami.

Istilah Lain Jurnalisme Warga

Setdaknya ada sembilan istilah lain untuk jurnalisme warga sebagaimana dikemukakan Mark Glaser di Mediashift:

  1. Jurnalisme Akar Rumput (Grassroots journalism)
  2. Jurnalisme Berjejaring (Networked journalism)
  3. Jurnalisme Sumber Terbuka (Open source journalism)
  4. Media Warga (Citizen media)
  5. Jurnalisme Partisipasi (Participatory journalism)
  6. Jurnalisme Sangat Lokal (Hyperlocal journalism)
  7. Jurnalisme Bawah-ke-Atas (Bottom-up journalism)
  8. Jurnalisme Mandiri (Stand-alone journalism).
  9. Jurnalisme Terdistribusi (Distributed journalism)

Prinsip Dasar Jurnalisme Warga

Selain itu, ada sejumlah prinsip dasar jurnalisme warga yang harus diperhatikan.

Seperti dikutip Bighow Guide dalam “Citizen Journalism Basics“, salah satu tokoh terkemuka pendukung CJ, Dan Gillmor dan JD Lasica mengemukakan lima prinsip dasar jurnalisme warga (five basic principles of Citizen Journalism):

  1. Accuracy. Akurasi, ketepatan.
  2. Thoroughness. Kecermatan, ketelitian.
  3. Transparency. Transparansi, keterbukaan dalam peliputan berita.
  4. Fairness. Kejujuran
  5. Independence. Independensi, tidak berpihak dan tidak terikat oleh kelompok mana pun.

Prinsip dasar jurnalisme warga juga dikemukakan S Badio dalam Revolusi Itu Bernama Citizen Journalism (2009) sebagai berikut:

  1. Pewarta atau reporternya adalah pembaca, khalayak ramai, atau siapapun yang memiliki informasi tertentu.
  2. Berita atau informasi yang diterbitkan dapat diberikan komentar, koreksi, serta klarifikasi oleh siapapun.
  3. Karena tidak dibawah naungan sebuah perusahaan media, maka biasanya jurnalisme warga tidak berorientasi pada keuntungan (non profit)
  4. Sampai saat ini masih didominasi oleh media-media daring
  5. Terdapat komunitas-komunitas yang sering melakukan pertemuan
  6. Tidak membedakan pewartanya merupakan profesional atau amatir
  7. Tidak ada seleksi ketat terhadap beritanya yang hendak disebarkan
  8. Ada yang dikelola secara profesional namun ada juga yang sekadar amatir
  9. Interaksi antara pembaca dan penulis dapat berlangsung melalui kontak komentar atau email

Demikian ulasan ringkas tentang pengertian dan pinsip dasar jurnalisme warga. Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

Citizen Journalism Jurnalisme Warga Jurnalistik

Related Post

  1. author
    Bariyah5 years agoReply

    Terima kasih informasinya, jadi bekal saya membimbing anak-anak

  2. author
    khestin pratiwi6 years agoReply

    hatur nuhun pa referensi na…kaanggo pisan
    n_n

    • author
      romeltea (Author)9 months agoReply

      Sami-sami, mangga dianggo…

Leave a reply