Dasar-Dasar Jurnalistik: Pengertian, Jenis, Praktik

Dasar-Dasar Jurnalistik: Pengertian, Jenis, Praktik

jurnalistik_terapan

Dasar-Dasar Jurnalistik: Pengertian, Jenis, Praktik

ULASAN ringkas tentang dasar-dasar jurnalistik (basics of journalism) ini akan kita mulai dengan pengertian atau definisi jurnalistik/jurnalisme, lalu pengertian wartawan, kode etik, dan seterusnya.

Dasar-Dasar Jurnalistik di bawah ini bisa menjadi bahan atau materi kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik.

Pengertian Jurnalistik

Secara bahasa, jurnalistik adalah hal yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran dan seni kejuruan yang bersangkutan dengan pemberitaan dan persuratkabaran (KBBI).

Google menyimpan data pengertian jurnalistik sebagai berikut:

pengertian jurnalistik

Journalisme (journalism) diartikan sebagai “the activity or profession of writing for newspapers, magazines, or news websites or preparing news to be broadcast.” (aktivitas atau profesi penulisan untuk suratkabar, majalah, atau situs web berita atau menyiapkan berita untuk disiarkan).

Dalam kamus bahasa Inggris, jurnalistik adalah “The collection and editing of news for presentation through the media;  writing designed for publication in a newspaper or magazine” (Merriam Webster).

Kata kunci dalam pengertian jurnalistik adalah berita dan penyebarluasan (publikasi).

Dengan demikian, secara praktis, jurnalistik dapat didefinisikan sebagai berikut:

Jurnalistik adalah pengumpulan bahan berita (peliputan), pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), penyuntingan naskah berita (editing), dan penyajian atau penyebarluasan berita (publishing/broadcasting) melalui media.

definisi jurnalistik

Jurnalistik dan Komunikasi Massa

Jurnalistik terkait dengan banyak hal, namun dalam lingkup komunikasi media (mass media communication).

Jurnalistik bagian dari komunikasi, yakni komunikasi media atau proses penyampaian pesan –dalam hal ini informasi peristiwa aktual– melalui media massa.

  • Komunikasi atau pemberitaan melalui media cetak disebut jurnalistik cetak (printed journalism).
  • Komunikasi melalui media radio, televisi, dan film disebut jurnalistik elektronik (electronic journalism).
  • Komunikasi atau penyebarluasan informasi melalui situs web berita atau portal berita (media internet, media online, media siber) disebut jurnalistik dalam jaringan (daring) atau jurnalistik online (online journalism).

dasar dasar jurnalistik

Asal Kata Jurnalistik

  • Kata dasar: “Jurnal”, = laporan, catatan,
  • Akar kata: “Du Jour” (Yunani) = hari, kejadian hari ini

Pengertian jurnalistik secara etimologis: Jurnalistik adalah laporan atau catatan tentang kejadian aktual.

Pengertian Jurnalistik secara Istilah

Secara istilah, jurnalistik adalah proses, teknik, dan ilmu peliputan, penulisan, dan penyebarluasan informasi aktual (berita) dalam lingkup komunikasi massa, yakni proses penyampaian pesan melalui media massa.

  • Proses – “aktivitas” peliputan, penulisan, penyebarluasan info aktual melalui media.
  • Teknik  – “keahlian” , reporting and writing, keahlian atau keterampilan meliput, menulis, dan menyajikan berita (skills)
  • Ilmu – “bidang kajian”, ilmu komunikasi massa. Jurnalistik adalah kajian tentang komunikasi melalui media massa.

jurnalistik

Pengertian Jurnalis/Wartawan

Pelaku jurnalistik disebut jurnalis atau wartawan.

KBBI menyebutkan, wartawan adalah orang yang pekerjaannya mencari dan menyusun berita untuk dimuat dalam surat kabar, majalah, radio, dan televisi. Wartawan disebut juga juru warta atau jurnalis.

  • Jurnalis/Wartawan adalah orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin (UU No. 40/1999 tentang Pers)
  • Inggris: Journalist, Reporter, Editor, Paper Man, News Man

Kualifikasi Wartawan:

  • Menaati Kode Etik (Codes of Conduct)
  • Menguasai Bidang Liputan (Beat)
  • Menguasai Teknik Jurnalistik (J-Skills)

Wartawan adalah orang yang bekerja di sebuah media massa dengan melakukan aktivitas jurnalistik (peliputan dan penulisan berita) secara rutin, menaati kode etik, menguasai tema liputannya, dan menguasai teknik jurnalistik terutama menulis berita dan wawancara.

Kode Etik Jurnalistik

  1. Independen, akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
  2. Profesional  (tunjukkan identitas; hormati hak privasi; tidak menyuap; berita  faktual dan jelas sumbernya; tidak plagiat; penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik).
  3. Berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
  4. Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
  5. Tidak menyalah-gunakan profesi dan tidak menerima suap.
  6. Memiliki Hak Tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record”.
  7. Tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi  SARA.
  8. Hormati kehidupan pribadi, kecuali untuk kepentingan publik.
  9. Segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru/tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
  10. Layani Hak Jawab dan Hak Koreksi secara proporsional.

Kode etik jurnalistik adalah etika profesi wartawan. Ciri utama wartawan profesional yaitu menaati kode etik, sebagaimana halnya dokter, pengacara, dan kaum profesional lain yang memiliki dan menaati kode etik.

Teknik Jurnalistik (J-Skills)

Teknik Jurnalistik (Journalism Skills) adalah keahlian atau keterampilan khusus dalam hal reportase, penulisan dan penyuntingan berita, serta wawasan dan penggunaan bahasa jurnalistik atau bahasa media.

  • Teknik Reportase: Observasi, Wawancara, Studi Literatur. Wartawan harus piawai wawancara dan mengamati peristiwa. Wartawan juga harus andal dalam riset data atau studi literatur.
  • News Writing. Penulisan berita adalah keterampilan utama wartawan.
  • News Reporting (for Radio/TV): News Reading, Spoken Reading, News Script Writing). Khusus wartawan media elektronik (TV/Radio) harus piawai menyajikan berita (news presenting) secara langsung (live report) ataupun menjadi presenter berita di studio.
  • Editing. Wartawan harus piawai menyunting naskah sebelum dipublikasikan.
  • Bahasa  Jurnalistik. Wartawan harus menguasai kaidah bahasa jurnalistik, yakni bahasa pers atau bahasa media, dengan ciri khas ringkas, lugas, dan mudah dipahami.

Produk Jurnalistik: Karya Jurnalistik/Jenis-Jenis Tulisan)

  • News –Hard News, Opinion News, Interpretative News, Etc.
  • Views — Artikel, Editorial/Tajuk, Kolom, Karikatur, Pojok, Esai, Ilmiah Populer)
  • Feature — Tips, Laporan Perjalanan, Biografi, Profil, Resensi, etc.

Secara garis besar, produk atau karya jurnalistik itu adalah berita, artikel opini, dan feature.

Berita adalah laporan peristiwa. Opini adalah tulisan berisi pendapat, penilaian, pemikiran, atau analisis tentang suatu masalah atau peristiwa.

Feature adalah tulisan yang menggabungkan fakta dan opini atau tulisan khas bergaya penulisan karya sastra seperti cerpen atau novel.

Foto dan Video masuk dalam produk jurnalistik jika berupa foto jurnalistik dan video jurnalistik.

News Processing: Proses Pemberitaan

  • News Planning
  • News Hunting/News Gathering
  • News Writing
  • News Editing
  • Publishing

Proses jurnalistik dalam praktiknya yaitu perencanaan pemberitaan (mis. rapat redaksi), peliputan peristiwa (termasuk wawancara), penulisan naskah berita, penyuntingan, dan publikasi melalui media massa.

Manajemen Redaksi

  • Pemimpin Redaksi/Chief Editor/Editor in Chief (+ wakil jika diperlukan)
  • Redaktur Pelaksana/Managing Editor (+ wakil jika diperlukan)
  • Redaktur/Editor/Jabrik (Penanggung Jawab Rubrik)
  • Reporter & Fotografer
  • Koresponden
  • Kontributor (incl. penulis & kolomnis).

Proses pemberitaan masuk dalam manajemen redaksi. SDM dalam manajemen redaksi terdiri dari pemimpin redaksi hingga kontributor. Semuanya disebut wartawan.

Wartawan ada yang menjabat –secara hierarkis– pemimpin redaksi, wakil pemred, redaktur, koordinator liputan, reporter, fotografer (wartawan foto), koresponden (wartawan daerah), dan kontributor, yaitu wartawan lepas yang dibayar per tulisan alias tidak digaji bulanan seperti koresponden s.d. pemred.

Media Jurnalistik: Jenis-Jenis Media Massa

  1. Media Cetak (Printed Media)
  2. Media Elektronik (Electronik Media)
  3. Media Siber (Cyber Media)

Hasil proses jurnalistik atau karya jurnalistik dipublikasikan melalui media massa yang terbagi dalam tiga jenis.

Media cetak terdiri dari suratkabar (koran, terbit harian), majalah, dan tabloid.

Media Elektronik terdiri dari radio siaran, televisi, dan film.

Media Siber yaitu media massa di internet –dikenal dengan sebutan media online, situs berita, portal berita (news portal), website berita, atau media dalam jaringan (media daring).

Demikian sekilas Dasar-Dasar Jurnalistik: Pengertian, Jenis, dan Praktik.

Secara praktis, dasar jurnalistik yang wajib dimiliki wartawan adalah keahlian meliput perisiwa, menulis beritanya, melakukan wawancara, dan menaati kode etik. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Buku Referensi tentang Dasar-Dasar Jurnalistik: Jurnalistik Terapan (BATIC Press), Kamus Jurnalistik (Simbiosa), Jurnalistik Praktis (Rosdakarya). Penulis: Asep Syamsul M. Romli.

Related Post

Corporate Journalism: Teknik Kehumasan & Pema... Corporate Journalism: Teknik Kehumasan & Pemasaran Modern. Optimalisasi Corporate Blogging atau Bikin Situs Berita sendiri. JURNALISTIK itu fle...
Materi “3 in 1” Jurnalistik, Public Sp... SAYA diminta jadi pemateri sebuah workshop jurnalistik. Uniknya, materinya tiga sekaligus: Jurnalistik, Public Speaking, dan Media Online! Benar, "3 i...
Era Baru Jurnalistik: Jurnalisme Media Sosial KEHADIRAN media sosial (social media), seperti Facebook, Twitter, dan Youtube, menghadirkan era baru jurnalistik: jurnalisme media sosial (social medi...
Jurnalisme Blog: Jurnalistik Cara Blogger APAKAH blog bisa disebut media online? Apakah blogger layak disebut jurnalis/wartawan? Masih terjadi perdebatan, apakah blog termasuk jurnalistik a...

COMMENTS (31)

  • comment-avatar
    Syukur A. Mirhan August 12, 2016

    Kumaha damang, Kang

  • comment-avatar
    Syukur A. Mirhan August 12, 2016

    Kang, kumaha damang? Di mana kini berada? Dulu, masih ingat saat Kang Romel kampanye Pemilihan Ketua OSIS SMAN 2 Bogor… saya terkesan

  • comment-avatar
    irfan dadi May 1, 2013

    bagaimana kedudukan jurnalis dalam islam ??

    • comment-avatar

      jurnalis dalam Islam = juru dakwah, pemberi kabar kembira dan kabar peringatan (basyira wa nadzira)

  • comment-avatar

    bisakah saya menjadi wartawan ? saya seorang guru.

  • comment-avatar

    Assalamualaikum..
    saya seorang mahasiswa jurusan teknik komputer, memasuki tingkat akhir..namun setelah saya tergabung di organisasi dan kepanitiaan di kampus, saya justru lbh tertarik menjadi seorang jurnalis dibandingkan seorang engineer..
    yang ingin saya tanyakan, apakah utk menjad seorang jurnalis hrs melwati pendidikan formal di bidang tsb atau bisa lulusan dari bidang lain, seperti teknik yang sedang saya jalani?
    terima kasih.
    mohon bantuannya..: )

    • comment-avatar

      wa’alaikum salam…. tidak, untuk jadi wartawan tidak harus lulusan jurnalistik/komunikasi, bisa juga jurusan lain, apa saja, terbukti banyak wartawan yang berlatar belakang pendidikan bukan jurnalistik/komunikasi. Jika Anda sarjana teknik komputer, nanti Anda akan piawai dalam menulis reportase soal teknologi komputer…

  • comment-avatar

    makasih artikelnya pak,
    minta ijin ya pak buat jadi referensi ya.

  • comment-avatar

    wahhh..
    kayaknya skarang berita di koran tdk seperti dulu lg…
    yang jelas dan langsung ke pokok masalah

    • comment-avatar

      Bisa kasih contoh berita koran yang dulu…??

      • comment-avatar

        Saya Minta Tlng doang pak bagaimana cara pemula agar bisa bergabung dalam dunia jurnalistik , kebetulan saya lulusan Ilmu Komunikasi “( Public Relations)
        ? sebelumnya saya mengucapkan banyak- banyak terima kasih .