Dasar-Dasar Jurnalistik

Dasar-Dasar Jurnalistik

1026
31
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

jurnalistik_terapan

ULASAN ringkas tentang dasar-dasar jurnalistik (basics of journalism) ini akan kita mulai dengan pengertian atau definisi jurnalistik, lalu pengertian wartawan, kode etik, dan seterusnya.

Dasar-Dasar Jurnalistik di bawah ini bisa menjadi bahan atau materi Pengantar Ilmu Jurnalistik.

Secara umum, jurnalistik itu menyangkut peliputan atau pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), dan penyuntinan naskah berita (editing).

Jurnalistik terkait dengan banyak hal, namun dalam lingkup komunikasi media (mass media communication).

Jurnalistik bagian dari komunikasi, yakni komunikasi media atau proses penyampaian pesan –dalam hal ini informasi peristiwa aktual– melalui media massa.

Komunikasi atau pemberitaan melalui media cetak disebut jurnalistik cetak (printed journalism).

Komunikasi melalui media radio, televisi, dan film disebut jurnalistik elektronik (electronic journalism).

Komunikasi atau penyebarluasan informasi melalui situs web berita atau portal berita (media internet, media online, media siber) disebut jurnalistik dalam jaringan (daring) atau jurnalistik online (online journalism).

dasar dasar jurnalistik

Pengertian Jurnalistik

Etimologi: Asal-Usul Kata

  • Kata dasar: “Jurnal”, = laporan, catatan,
  • Akar kata: “Du Jour” (Yunani) = hari, kejadian hari ini

Pengertian jurnalistik secara etimologis: Jurnalistik adalah laporan atau catatan tentang kejadian aktual.

Bahasa: Harfiyah

  • Yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran (KBBI).
  • The collection and editing of news for presentation through the media;  writing designed for publication in a newspaper or magazine (Merriam Webster).

Secara bahasa (harfiyah), jurnalistik adalah hal-hal yang menyangkut kewartawanan dan media massa, terutama penulisan, penyuntingan, dan penyajian atau publikasi berita melalui media massa seperti koran atau majalah.

Terminologi: Istilah

  • Proses – “aktivitas” peliputan, penulisan, penyebarluasan info aktual
  • Teknik  – “keahlian” , reporting and writing.
  • Ilmu – “bidang kajian”, ilmu komunikasi massa.

Secara istilah, jurnalistik adalah proses, teknik, dan ilmu peliputan, penulisan, dan penyebarluasan informasi aktual (berita) dalam lingkup komunikasi massa, yakni proses penyampaian pesan melalui media massa.

jurnalistik-jurnalisme

Pengertian Jurnalis/Wartawan

  • Jurnalis/Wartawan adalah orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin (UU No. 40/1999 tentang Pers)
  • Inggris: Journalist, Reporter, Editor, Paper Man, News Man

Kualifikasi Wartawan:

  • Menaati Kode Etik (Codes of Conduct)
  • Menguasai Bidang Liputan (Beat)
  • Menguasai Teknik Jurnalistik (J-Skills)

Wartawan adalah orang yang bekerja di sebuah media massa dengan melakukan aktivitas jurnalistik (peliputan dan penulisan berita) secara rutin, menaati kode etik, menguasai tema liputannya, dan menguasai teknik jurnalistik terutama menulis berita dan wawancara.

Kode Etik Jurnalistik

  1. Independen, akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
  2. Profesional  (tunjukkan identitas; hormati hak privasi; tidak menyuap; berita  faktual dan jelas sumbernya; tidak plagiat; penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik).
  3. Berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
  4. Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
  5. Tidak menyalah-gunakan profesi dan tidak menerima suap.
  6. Memiliki Hak Tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record”.
  7. Tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi  SARA.
  8. Hormati kehidupan pribadi, kecuali untuk kepentingan publik.
  9. Segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru/tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
  10. Layani Hak Jawab dan Hak Koreksi secara proporsional.

Kode etik jurnalistik adalah etika profesi wartawan. Ciri utama wartawan profesional yaitu menaati kode etik, sebagaimana halnya dokter, pengacara, dan kaum profesional lain yang memiliki dan menaati kode etik.

Teknik Jurnalistik (J-Skill)

  • Teknik Reportase: Observasi, Wawancara, Studi Literatur
  • News Writing
  • News Reporting (for Radio/TV): News Reading, Spoken Reading, News Script Writing)
  • Editing
  • Bahasa  Jurnalistik

Teknik Jurnalistik (Journalism Skills) adalah keahlian atau keterampilan khusus dalam hal reportase, penulisan dan penyuntingan berita, serta wawasan dan penggunaan bahasa jurnalistik atau bahasa media.

Produk Jurnalistik: Karya Jurnalistik/Jenis-Jenis Tulisan)

  • News –Hard News, Opinion News, Interpretative News, Etc.
  • Views — Artikel, Editorial/Tajuk, Kolom, Karikatur, Pojok, Esai, Ilmiah Populer)
  • Feature — Tips, Laporan Perjalanan, Biografi, Profil, Resensi, etc.

Secara garis besar, produk atau karya jurnalistik itu adalah berita, artikel opini, dan feature.

Berita adalah laporan peristiwa. Opini adalah tulisan berisi pendapat, penilaian, pemikiran, atau analisis tentang suatu masalah atau peristiwa.

Feature adalah tulisan yang menggabungkan fakta dan opini atau tulisan khas bergaya penulisan karya sastra seperti cerpen atau novel.

Foto dan Video masuk dalam produk jurnalistik jika berupa foto jurnalistik dan video jurnalistik.

News Processing: Proses Pemberitaan

  • News Planning
  • News Hunting/News Gathering
  • News Writing
  • News Editing
  • Publishing

Proses jurnalistik dalam praktiknya yaitu perencanaan pemberitaan (mis. rapat redaksi), peliputan peristiwa (termasuk wawancara), penulisan naskah berita, penyuntingan, dan publikasi melalui media massa.

definisi jurnalistik

Manajemen Redaksi

  • Pemimpin Redaksi/Chief Editor/Editor in Chief (+ wakil jika diperlukan)
  • Redaktur Pelaksana/Managing Editor (+ wakil jika diperlukan)
  • Redaktur/Editor/Jabrik (Penanggung Jawab Rubrik)
  • Reporter & Fotografer
  • Koresponden
  • Kontributor (incl. penulis & kolomnis).

Proses pemberitaan masuk dalam manajemen redaksi. SDM dalam manajemen redaksi terdiri dari pemimpin redaksi hingga kontributor. Semuanya disebut wartawan.

Wartawan ada yang menjabat –secara hierarkis– pemimpin redaksi, wakil pemred, redaktur, koordinator liputan, reporter, fotografer (wartawan foto), koresponden (wartawan daerah), dan kontributor, yaitu wartawan lepas yang dibayar per tulisan alias tidak digaji bulanan seperti koresponden s.d. pemred.

Media Jurnalistik

  1. Media Cetak (Printed Media)
  2. Media Elektronik (Electronik Media)
  3. Media Siber (Cyber Media)

Hasil proses jurnalistik atau karya jurnalistik dipublikasikan melalui media massa yang terbagi dalam tiga jenis.

Media cetak terdiri dari suratkabar (koran, terbit harian), majalah, dan tabloid.

Media Elektronik terdiri dari radio siaran, televisi, dan film.

Media Siber yaitu media massa di internet –dikenal dengan sebutan media online, situs berita, portal berita, website berita, atau media dalam jaringan (media daring).

Demikian sekilas Dasar-Dasar Jurnalistik. Secara praktis, dasar jurnalistik yang wajib dimiki wartawan adalah keahlian meliput perisiwa, menulis beritanya, melakukan wawancara, dan menaati kode etik. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Buku Referensi tentang Dasar-Dasar Jurnalistik: Jurnalistik Terapan (BATIC Press), Kamus Jurnalistik (Simbiosa), Jurnalistik Praktis (Rosdakarya). Penulis: Asep Syamsul M. Romli

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

31 COMMENTS

  1. Kumaha damang kang?
    Kok bisa feature tidak dianggap masuk dalam kategori berita.
    Padahal pan feature tea ditulis berdasarkan fakta (faktual)
    Ari cennah Kang Haris mah, feature teh karangan khas, yaitu khas dalam cara penulisanana wungkul.
    Ari kontenna sarua wae jeng berita.
    Kumaha ieu?
    Salam hangat and Toooos

    (*) Kang Haris hilapeun… Dalam sebuah media, cuma ada tiga kategori naskah, yakni berita, opini, dan naskah yang tidak masuk opini juga tidak masuk berita, yakni feature. Makanya feature disbut karangan khas…. isinya paduan antara fakta dan opini/interpretasi. Kang haris benar dalam hal khas dalam cara penulisan, tapi hilapeun dalam hal isi. Isi feature tidak sama dengan berita karena ditambah opini/interpretasi penulis. Geetho………wwww

  2. pak saya dari blitar jatim.saya masih kul semester IV.saya mau tanya.bagaimana sih pak caranya untuk bisa menulis berita,artikel dan yang lain yang bersangkutan dengan jurnalistik? saya ingin sekali bisa menulis dan jadi wartawan.tolong pak kasih tahu metode-metodenya yang sistematis.sebelumnya saya sampaikan rasa terimakasih yang sebanyak-banyaknya atas jasa bapak dengan berabgi ilmu jurnalisnya………semoga sukses selalu untuk bapak

    (*) Jangan panggil bapak dong ah, kesannya tua banget. Akang aja ya… Kang Romel. Ringkasnya, menulis itu butuh latihan. Landasannya mengerti dulu apa itu berita dan artikel. Berita adalah laporan peristiwa dengan sistematika penulisan yang sudah ada ketentuannya (baku). Contohnya banyak banget, perhatiin aja berita-berita di koran. Artikel itu tulisan berisi pendapat pribadi tentang suatu masalah atau peristiwa. Juga ada sistematika penulisannya. Langkah pertama, coba kamu bikin blog, tulis apa saja di sana, pengalaman, curhat, opini, dll. Itu langkah bagus buat jadi penulis. Mudah kan? Kaya bikin catatan di buku harian. Lengkapnya tentang teknik menulis berita dan artikel, coba kamu search di weblog ini, ada kok., ok? Good Luck!

  3. saya baru saja ergabung dalam dunia jurnlistik, jadi saya kepingin tau jika kita dalam mengumpulkan data harus melalui wawancara. nah apa saja yang harus kita tanyakan dalam mengumplkan informasi tersebut?

    (*) Wawancara itu penggalian informasi atau data seputar peristiwa/masalah yang kita liput dan hendak kita beritakan. Jadi, ya yang harus kita tanyakan adalah apa yang belum kita ketahui tentang peristiwa/masalah tersebut. Intinya, Anda harus kumpulkan fakta/data dengan memenuhu unsur 5W+1H (Apa yang terjadi, Siapa yang terlibat, Kenapa terjadi, Kapan terjadinya, Di mana kejadiannya, dan Bagaimana proses kejadiannya). Clear? Good Luck!

  4. bisa tolong beritahu tentang feature lebih jelas!

    (*) Kalo lebih jelas, harus baca buku saya dong… tapi gini intinya: feature itu –khususnya feature berita– mirip cerita pendek, namun ceritanya beneran. Cara nulisnya sama dengan nulis cerpen atau novel, hanya saja ceritanya faktual alias beneran, gak bo-ongan kaya cerpen/novel.

  5. aku mau tau donk semua seputar tentang channel..
    tapi yang masih dasar-dasrnya yah,, cuz aku baru kuliah semester pertama jurusan komunikasi ini.. makasih..

  6. saya ingin tahu perbedaan antara media online dengan media cetak serta kelebihan dan kelemahan dari kedua media tersebut, sebelumnya makasih banyak….

    (*) Ringkasnya, media online lebih mudah diakses, gratis, dan jangkauannya seluruh dunia. Itu pula kelebihannya, plus panjang naskah bisa dikatakan “tanpa batas” dan updating bisa dilakukan kapan saja, tiap detik pun bisa. Sedangkan media cetak halaman terbatas, demikian juga jumlah pembaca, harus beli/langganan, update tidak bisa cepat, lalu proses penerbitannya rumit –layout dan printing. Itu aja dulu ya…

  7. Bung, saya ingin tahu tentang teori komunikasi massa khususnya teori Altschull dari Herbert. Kalau bisa disertai dengan sedikit penjelasan tentang teori tersebut. Terimakasih.

  8. saya ingin mengetahui lagi lebih banyak mengenai macam-macam media massa. jenis-jenisnya maupun klasifikasinya. Terima kasih

    (*) Klasifikasi media massa: cetak (suratkabar, tabloid, majalah), elektronik (radio, tv, film), dan internet/online.

LEAVE A REPLY