MUSIM kampanye terbuka telah dimulai. Para caleg dan parpol berloma “menjajakan” diri kepada rakyat agar terpilih. Semua kandidat menyatakan diri yang terbaik dan “berjuang untuk rakyat”. Itulah kampanye, sebuah jenis komunikasi politik persuasif guna membujuk publik agar berada di pihak komunikator.
Bagaimana agar kampanye berdaya dan berhasil guna alias efektif dan efisien? Kampanye lazimnya merupakan kerja tim. Karenanya, kampanye memerlukan penanganan dan manajer khusus, mulai penggalangan dari dana, penentuan waktu dan tempat, rekrutmen tenaga ahli untuk menyusun naskah pidato kampanye (script writer), hingga pengamanan selama pelaksanaan. Ringkasnya, tujuan manajemen kampanye adalah terorganisasi dengan baik sehingga hasilnya optimal. SELENGKAPNYA
Tulisan Lainnya:
Tags: Komunikasi Politik, Teknik Kampanye
Print This Post
Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com
Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda!
manajemen kampanye..
hmmm…
yg penting sih bagaimana memanfaatkan media..