Ass, kang Romel… Akhirnya..aku bisa liat blogmu. Tiap pagi aku dengerin Shinta dan tertarik banget dengan dunia Broadcast dan jurnalistik. Dan sepertinya Anda guru yang tepat…. (nia)
*) Wa’alaikum salam… Thank udah kunjungi blogku. Thanks juga udah setia dengerin aku siaran tiap pagi di Shinta 97.2 FM Bandung di acara Good Morning Bandung Raya (GMBR). Mo belajar Broadcast? Gabung ada dengan SBS (Shinta Broadcasting School). Mo belajar jurnalistik? Gabung aja dengan BATIC, ok? Diantos. CU!
Saya sedang mencoba mendaftarkan diri sebagai penyiar di salah satu stasiun radio. Tapi saya masih beingun dengan kemampuan saya.saya memang malas mendengarkan radio, pengetahuan saya tentang musik juga kurang. Tapi masalah suara saya terjamin, PD juga ga ada masalah. Sekarang yang saya bingungkan, apakah saya Bisa diterima menjadi penyiar di radio tersebut?????? (haniefa).
(*) Jika malas mendengarkan radio, bagaimana mungkin bisa menjadi penyiar radio? Parahnya lagi, Anda kurang pengetahuan tentang musik… karena radio itu identik dengan musik maka penyiar harus tahu banyak dan banyak tahu tentang musik, selain memiliki sense of music. So… kamu bisa diterima menjadi penyiar radio, jika mampu mengatasi kedua masalah itu dengan rajin dengerin radio, suka musik, dan olah vokal Anda, serta tingkatkan wawasan… jangan lupa, teknik siaran. Good Luck!
Gimana yah cara ngubah image qta,,,
maksudnya gini q kan siaran di dua acara yang berbeda yang pertama siararn dengan sasaran anak muda,trus acara yang kedua q harus berbahasa formal karena q bawain acara berita gt,,jd q ngrasa agak kesusahan ngrubah image gt,secara kan di acara awal q gila2n gt,trus dsambung acara formal,jd ngrasa gmn gt.pa lgi parah nya jam nya itu berurutan gtu,,,,,,,, (nief).
(*) As a pro. announcer, mestinya gak susah ngubah image. bawain acara anak muda so pasti “visualisasi” kqta yang dengerin anak muda ‘kan, gaya bicara pun sesuain ama gaya bicara anak muda e.q. speednya ditambah, pake sapaan “kamu”, “lo”, dsb… Begitu acara berita, secara kamu mesti serius, maklum berita kan info serius, meskipun mungkin isinya ada yang kagak serius. Jadi, kuncinya adalah visualisasi, plus ikuti format acara yang udah ditentuin. Kamu pasti bisa! Good Luck….!
Saya minta definisi Pers Release (srahmawan).
*) Press Release (Siaran Pers) adalah berita/informasi aktual yang tidak ditulis oleh wartawan melainkan oleh Public Relation Officer atau staf Humas/PR. Bisa juga dimaknai dengan berita yang dibuat dan dikirim oleh pihak luar pers untuk dimuat/dipublikasikan di sebuah media.*
Tulisan Lainnya:
Print This Post
Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com
Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda!