Penulisan HUT Kemerdekaan RI 2015 yang Benar

Penulisan HUT Kemerdekaan RI 2015 yang Benar

Logo HUT ke-70 RI 2015SEKADAR update posting lama tentang Penulisan Hari Ulang Tahun (HUT) yang Benar, mengingat 17 Agustus 2015 bangsa Indonesia merayakan atau memperingati HUT ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Logo resmi HUT ke-70 RI bahkan sudah dirilis sejak Maret 2015 dan sudah bisa diunduh. (Download Logo Resmi HUT ke-70 RI).

Yang saya maksud dengan “Penulisan HUT Kemerdekaan RI 2015 yang Benar” adalah penulisan HUT RI tahun 2015 yakni HUT Ke-70 RI, bukan “HUT RI ke-70”, bukan pula “HUT Kemerdekaan RI yang ke-70”.

Argumennya “sederhana” saja: Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) cuma ada satu, gak sampai 70 negara!

Proklamasi Kemerdekaan RI juga hanya sekali, hanya satu, yaitu tanggal 17 Agustus 2017, gak sampai 70 kali!

Kalau peringatan atau perayaannya baru lebih dari satu, yakni yang pertama, kedua, hingga ke-70 kali tahun ini (2015). Maka, penulisan HUT RI yang benar adalah HUT ke-70 RI atau HUT ke-70 Kemerdekaan RI.

“Standar kebenaran”-nya adalah tata bahasa Indonesia dan “logika”. Sah ‘kan? Sah…..!!!

KITA juga sering membaca tulisan HUT instansil, lembaga, yayasan, organisasi, dll. seperti ini: “Merayakan HUT XXXX yang ke-10,” atau “Peringatan Hari Ulang Tahun XXXX yang ke-6″, dan semacamnya. Pertanyaannya, emang XXXX-nya ada berapa? Kalo cuma satu, ya tulisnya begini: “Merayakan HUT ke-10 XXXX”.

Jadi, urutannya adalah HUT – keberapa – nama “yang diulangtahunkan”.

Kalau Organisasi Anda merayakan hari ulang tahunnya yang ke-7 misalnya, maka penulisan yang benar adalah “Hari Ulang Tahun yang ke-2 Organisasi Anda” atau “HUT VII Organisasi Anda”, bukan “HUT organisasi Anda yang ke-2″.

Penulisan angka Romawi juga sering salah, misalnya “yang ke-IV”. Yang benar, tanpa kata “ke”. Cukup “IV” saja. Misalnya, “HUT ke-IV PT XXX” (Salah!). Yang benar, HUT IV PT XXX atau HUT ke-4 PT XXX.

Itu dia Penulisan HUT yang benar, termasuk HUT Kemerdekaan RI. Bagaimana jika “keukeuh” alias maunya HUT RI ke-70 atau HUT Organisasi Anu yang ke-2 misalnya? Angkanya ditaruh di belakang.

Ya… terserah, sing penting mah orang paham ‘kan? Toh “pelanggaran tata bahasa” bukan pelanggaran hukum perdata ataupun pidana kaya korupsi 🙂 Wasalam. (www.romeltea.com).*

Related Post

Transliterasi Arab-Indonesia, Bikin Pusing Aja! transliterasi arab-indonesia Transliterasi artinya "alih aksara". Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), transliterasi artinya "penyalinan den...
Penulisan Kata Respons dan Audiens KATA "respons" (response) dan "audiens" (audience) tampaknya masih belum tergantikan dengan terjemahan bahasa Indonesianya. Dalam percakapan sehari-ha...
Jika… Maka… (Kalimat Logis) "Jika Swedia hanya membutuhkan hasil imbang, maka Irlandia Utara harus menang untuk lolos ke Euro 2007". Kalimat itu meluncur deras dari seorang newsr...
Persetan dengan Tata Bahasa, Yang Penting Orang Ng... Hakikat menulis itu berkomunikasi, menyampaikan pesan (ide, informasi, imbauan) kepada orang lain secara tertulis. Berbeda dengan komunikasi lisan, ko...

COMMENTS