BATIC –singkatan dari Balai Jurnalistik ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia) Jawa Barat– adalah lembaga pelatihan jurnalistik. Materi pelatihan berupa pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan etika (attitude) jurnalisme untuk membentuk sosok jurnalis (wartawan) profesional.
Pengajar atau instruktur pelatihannya kalangan akademisi dan praktisi media, dosen dan wartawan aktif dari berbagai media di Kota Bandung, termasuk Prof. Dr. H. Asep S. Muhtadi, MA aka Kang Samuh, Dr. Dedy Djamaluddin Malik M.S aka Kang Dedy (Stikom Bandung), Dr. AS Haris Sumadiria, M.Si, lalu wartawan Sarnapi (Pikiran Rakyat), Eriyanti Nurmala Dewi (Pikiran Rakyat), Arief Permadi (Tribun Jabar), lalu dari Republika, Kompas, Media Indonesia, dll.
Saya mendirikan BATIC tahun 2001 ketika dipercaya menjadi pengurus ICMI Jabar bidang media (Ketua Divisi Pengembangan Media dan Informasi).
Ketika saya diminta mengisi “formulir kesediaan menjadi pengurus”, saya sempat bertanya, “Emangnya saya cendekiawan gitu?”, lalu dijawab oleh Kepala Sekretariat ICMI Jabar saat itu, Aep Saepuloh (kini bergerlar Dr. dan M.Si di UIN SGD Bandung) dengan menyebutkan buku yang saya tulis.
Oh, oke, saya termasuk cendekiawan. Insya Allah.
Alasan Pendirian dan Tujuan BATIC
Agar saya tidak menjadi pengurus pasif, biar ada “kerjaan” sebagai pengurus bidang media dan komunikasi ICMI Jabar, saya pun mendirikan lembaga pelatihan. Saya namakan Balai Jurnalistik dengan nama program “Majelis Taklim Jurnalistik” (Majestik).
Seingat saya, angkatan pertama pelatihan jurnalistik BATIC diikuti 130 peserta, lalu angkatan kedua masih di angka 100-an, dan sebelum pasif, pesertanya minimal, cuma 7-10 orang. Alumni BATIC itu angkatan 1-27. Jika tiap angkatan rata-rata 20 orang saja, maka alumni BATIC mencapai 500-an orang.
Entah di mana kini para alumni BATIC itu. Ingin rasanya saya “reuni” dengan mereka.
BATIC bertujuan melalukan literasi media sekaligus kaderisasi jurnalis profesional, khususnya jurnalis Islami atau jurnalis media dakwah, sesuai dengan lembaga ICMI sebagai ormas Islam.
Ini kutipan dari Wikipedia tentang BATIC:
“BATIC, singkatan dari Balai Jurnalistik ICMI Orwil Jawa Barat. Telah didirikan sejak 1 Januari 2000, dengan aktiviti utama menggelar Majelis Ta’lim Jurnalistik (Majestik) secara rutin tiga bulanan dan berfungsi memfasilitasi diklat-diklat jurnalistik dan kepenyiaran radio –menyediakan bahan, sukatan, dan instruktur.”
Berkat ICMI, saya menulis buku khusus sebagai “text book” bagi peserta. Judulnya Jurnalistik Terapan hingga cetak ulang beberapa kali oleh BATIC Press. Cek Edisi Pertamanya.

BATIC Humas ICMI Jabar
Secara tidak langsung, BATIC memainkan peran sebagai humas yang berkontribusi memopulerkan ICMI Jabar. Otomatis dong, karena tempat pelatihan jurnalistiknya di kantor atau sekretariat ICMI Orwil Jabar, mulai di Jl. Riau, Jl. Dalem Kaum, hingga gedung sendiri di Jl. Cikutra Bandung.
Bahkan ada mahasiswa yang nyusun skripsi tentang BATIC. Intinya menganalisis kontribusi BATIC bagi popularitas ICMI Jabar.
Ada juga cerita, seorang tokoh yang semula “anti-ICMI”, mau datang dan merapat ke ICMI Jabar, berkat jadi instruktur pelatihan jurnalistik. Dia bilang: “Kalau bukan karena BATIC, saya gak mau datang ke ICMI”. Alhamdulillah, BATIC jadi wasilah “islah” beliau dengan ICMI.
BATIC Broadcast
Saya juga sempat mendirikan lembaga kursus penyiar radio bernama BATIC Broadcast. Waktu itu saya tunjuk seorang eks penyiar Radio Shinta FM Bandung untuk memimpinnya. Hanya bertahan tiga angkatan saja.

Hey, alumni BATIC Broadcast, apa kabar kalian?
Jejak digital tentang BATIC masih ada di blog BATIC News. Ada juga data di Blogger:
“BALAI Jurnalistik ICMI Jabar (BATIC) adalah Lembaga Otonom di bawah naungan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia(ICMI) Orwil Jabar sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan jurnalistik (media massa). BATIC didirikan tahun 2001 oleh Komisi Pengembangan Media dan Informasi ICMI Jabar yang saat itu diketuai ASM. Romli alias Romel –kini Ketua Divisi Pengembangan Media dan Informasi sekaligus Ketua BATIC. BATIC adalah sarana pemberdayaan umat di bidang jurnalistik dan media massa. Diklat Jurnalistik BATIC dikemas dalam format Majelis Ta’lim Jurnalistik (Majestik), tiap hari Sabtu, Pkl. 13.00-17.30 WIB, dalam 16 kali pertemuan (sekitar 2-3 bulan). Materi pelatihan meliputi semua hal tentang dunia jurnalistik dan media massa.”
Itu dia kenangan saya tentang BATIC. Btw, BATIC masih tercatat sebagai lembaga otonom di bawah ICMI Orwil Jabar dan saya masih ketuanya. Bagaimana kabarnya kini BATIC? Nonaktif sih. Mau diaktifkan lagi tapi pelatihan jurnalistik sudah tidak sepopuler awal tahun 2000-an.
Discover more from Romeltea Online
Subscribe to get the latest posts sent to your email.




