Penggunaan Kata ‘Ini’ dalam Judul Berita – Trend Jurnalistik Online

754 views

judul-berita-media-online-headline-news

KATA “ini” tengah jadi trend jurnalistik online dalam membuat judul berita.

Banyak –mungkin semua– media online (media siber) gemar menulis judul berita dengan menggunakan kata “ini”, misalnya “Ini Komentar Presiden…”, “Ini Reaksi…,” “Ini tanggapan…,” dsb.

Di berbagai pelatihan jurnalistik online, saya suka bercanda, jurnalis media online kita banyak yang gak bisa move on dari pelajaran waktu SD: Ini Budi, Ini Ibu Budi, Ini Bapak Budi.

Karenanya, banyak wartawan media online –terutama wartawan Kompas.com dan Tribunnew.com– menulis judul berita dengan menggunakan kata “ini”.

Contoh Penggunaan Kata ‘Ini’ dalam Judul Berita

Silakan simak contohnya berikut ini:

  • Mau Rumah Murah Dekat Stasiun Kereta? Ini Pilihannya (Kompas.com)
  • Ini Sejarah Toge Goreng Khas Bogor, Ternyata Meniru Spaghetti (Kompas.com)
  • Ini Titik Banjir di Jakarta Selatan dan Timur (Kompas.com)
  • Disebut sebagai Pria Idaman Lain Istri Artis Ini, Billy Syahputra (Tribunnews.com)
  • Elektabilitas Dua Pasangan Calon di Pilgub Jabar Ini Disebut (Tribunnews)
  • Sekolah Musik Ini Mampu Hemat Energi Sampai 70 Persen (Kompas.com)
  • Ini Alasan KPK Tak Hadiri Sidang Perdana Praperadilan Fredrich (Kompas.com)
  • Boaz Solossa Batal Gabung Persib Bandung, Ini Penyebabnya (Tribunnews)

Kompas.com dan Tribunnews.com memang “jagonya” membuat judul-judul seperti itu, menggunakan kata “ini” atau “begini”.

Menggunakan kata “ini” dalam judul menjadikan pembuatan judul berita menjadi begitu mudah. Wartawan gak perlu berpikir lama untuk membuat judul berita.

Begitu selesai meliput peristiwa, misalnya seminar, tinggal bikin judul “Ini hasil seminar”. Begitu usai wawancara, sang jurnalis online tinggal bikin judul “Ini komentar….”

Jurnalisme Umpan Klik

Penggunaan kata “ini” dalam judul adalah praktik jurnalisme umpan klik (clickbait journalism). Kata”ini” menyembunyikan fakta terpenting untuk membuat penasaran pembaca dan mengeklik judul berita.

Media-media online penganut jurnalisme umpan klik ini masuk kategori koran kuning (yellow paper) penganut jurnalisme kuning (yellow journalism). David Pogue dari Yahoo menyebutkan jurnalisme umpan klik bukan jurnalisme yang baik.

Dalam postingan lain, Pogue mengatakan ” jangan buang-buang waktu dengan klik judul berita umpan klik“.

Trend menulis judul dengan menggunakan kata “ini” juga diikuti oleh banyak media siber abal-abal atau media online amatiran.

Selain buang waktu, klik judul berita umpan klik juga buang-buang kuota, karena isi judul umpan klik sering juga disajikan dalam dua-tiga halaman (multiple pages) untuk meningkatkan pageviews.

Judul Atraktif

Selain masuk kategori jurnalisme umpan klik, penggunakan kata “ini” dalam judul berita mungkin juga karena agar judul menjadi atraktif dan menjadi kalimat lengkap.

Kata “ini” dalam sebuah judul berita pendek bisa difungsikan sebagai “subjek”. Misalnya:

  • Ini Susunan Pemain Persib vs Persebaya
  • Ini Daftar Calon Ketua Umum PSSI
  • Ini Lokasi Demo Mahasiswa di Jakarta
  • Ini Cara Mendapatkan Katu Prakerja

Salah satu pedoman membuat judul berita adalah berupa kalimat lengkap (minimal Subjek + Predikat) dan menggunakan Kalimat Pendek dan Atraktif.

Wartawan disarankan menggunakan kalimat pendek dan atraktif dalam menulis judul. Atraktif bermakna mempunyai daya tarik. Selain itu, judul berita hendaknya mencerminkan isi. Judul umpan klik biasanya tidak mencerminkan isi. Judul ka mana eusi ka mana…! Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

clickbait judul berita Jurnalistik Online Media Online umpan klik

Related Post

Leave a reply