Tips MC: Cara Menjadi Pembawa Acara

12432 views

Tulisan ini berisi cara, teknik, atau tips MC (Master of Ceremony, Emcee, Emsi). Menjadi pembawa acara atau MC termasuk aktivitas berbicara di depan umum (public speaking).

 

teknik mc

SETIAP acara memerlukan pembawa acara atau master of ceremony (MC) –emcee, emsi. Awas, jangan diucapkan “em-ce”, nanti ditambah “ka”, bahaya! 🙂

Bahkan, ibadah shalat Jumat pun ada MC, yaitu orang mengumumkan nama imam dan khotib, plus informasi DKM, seperti perolehan kencleng jumat.

Ada juga pemimpin atau ketua organisasi yang merangkap jadi MC dalam rapat internal.

Berikut ini saya share cara menjadi pembawa acara (MC) secara umum dan ringkas.

Tugas Utama MC: TIM

Kita mulai dari tugas utama MC yang terangkum dalam TIM:

  • T = Time, Waktu. Yakni memastikan acara berlangsung tepat waktu, awal dan akhir, juga durasi pengisi acara.
  • I = Introducing, Mengenalkan. Yakni mengenalkan pengisi acara, pemateri, pembicara, juga mengingatkan kembali nama dan tujuan acara, serta mengumumkan susunan acara.
  • M = Mood. Yakni membangkitkan gairah audiens dan kemeriahan acara, misalnya memberi komando tepuk tangan hadirin. (Effective Emcee-ing)

Sebagai tambahan, MC itu “Star Maker“, yakni pencipta bintang. Maksudnya, pembawa acara harus berusaha agar para pengisi acara tampil memukau dan memuaskan hadirin.

MC tidak boleh berusaha jadi bintang karena tugasnya adalah menciptakan bintang, bukan berusaha menjadikan dirinya sendiri sebagai bintang.

Pembawa Acara harus berusaha agar audiens memberikan apresiasi dan antusias mendengarkan pengisi acara.

Cara Memandu Acara: Tips MC

Pemandu acara (MC) adalah orang yang pertama dan terakhir yang berbicara di sebuah acara.

MC bertugas membuka acara (opening speech) dan menutupnya dengan standar umum sebagai berikut.

Opening atau pembukaan yang dilakukan oleh seorang MC pada dasarnya menyapa hadirin dan menyampaikan informasi tentang nama, tujuan, dan susunan atau isi acara, sponsor, lokasi acara, waktu acara, dan pengisi acara.

10 Tugas Pokok MC

1. Sinyal Memulai (Signal to Start)

Memberi, aba-aba, sinyal, atau tanda kepada hadirin bahwa acara akan segera dimulai.

Misalnya: Hadirin, mohon perhatian, acara akan segera dimulai.

2. Mengucapkan Salam (Greeting).

Mengucapkan salam, misalnya: Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi.

3. Menyapa hadirin (Welcome Speech)

Khususnya menyapa tamu spesial, seperti pemateri, atau pejabat yang hadir.

Misalnya: Bapak Gubernur dan hadirin yang kami hormati.

4. Perkenalkan Diri (introduce yourself).

Berlaku di acara informal. Di acara formal tidak berlaku.

Misalnya, saya –Ahmad Fulan– sebagai pemandu acara ini…

5. Menyebutkan nama dan tujuan acara.

Misalnya, … atas nama panitia penyelenggara, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu/Sdr di acara [NAMA ACARA].

6. Menyebutkan susunan acara.

Berlaku di acara informal. Acara formal biasanya sudah ada susunan acara di undangan. 

Misalnya, acara ini akan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, acara pokok, dan penutup.

7. Memperkenalkan pembicara (introducing the speaker).

Nama pemberi sambutan cukup dengan menyebutkan jabatan dan nama lengkapnya.

Misalnya, sambutan pertama oleh Ketua Panitia Bapak Ahmad Fulan.

8. “Bridging”

Merangkaikan acara ke acara berikutnya. Bridging dalam MC ini “gak ada teorinya”. Bridging artinya “menjembati” (dari kata bridge = jembatan), yakni “menyambungkan” satu segmen ke segmen berikutnya, melalui sebuah rangkaian kalimat agar sebuah acara menjadi suatu kesatuan.

Bridging membutuhkan kemampuan membuat komentar yang “menjadi jembatan” antar segmen acara. Komentar dalam bridging ini termasuk komentar atau anekdot yang bisa digunakan jika terjadi “delay” atau keterlambatan seorang pengisi acara.

MC yang punya skill akan mampu menggunakan insiden yang terjadi dalam acara sebagai “bridging tools”. Skill ini bisa didapatkan dengan pengalaman dan latihan. MC yang terampil dapat memanfaatkan insiden yang terjadi dalam suatu acara sebagai bahan bridging.

9. Closing

Menutup acara, berisi ucapan terima kasih kepada panitia, sponsor, pengisi acara, dan hadirin.

Jika contoh pembukaan MC di atas kita gabungkan, maka naskahnya akan menjadi begini:

Hadirin, mohon perhatian, acara akan segera dimulai. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi.

Bapak Gubernur dan hadirin yang kami hormati. Saya –Ahmad Fulan– sebagai pemandu acara ini… atas nama panitia penyelenggara, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu/Sdr di acara [NAMA ACARA].

Acara ini akan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, acara pokok, dan penutup. Sambutan pertama oleh Ketua Panitia Bapak Ahmad Fulan. Kepada Bapak Ahmad Fulan, kami persilakan…

Demikian ulasan ringkas tentang Tips MC: Cara Menjadi Pembawa Acara.

Panduan selengkapnya di buku Kiat Memandu Acara: Tips Jadi MC dan Moderator terbitan Nuansa . 

kiat memandu acara - tips mc buku

Baca juga Tiga Kalimat yang Tidak Boleh Diucapkan MC dalam memandu acara. Wasalam. (www.romeltea.com).*

 



Pemandu Acara pembawa acara Teknik MC

Related Post

Leave a reply