Manajemen Organisasi: Berdayakan Humas!

Manajemen Organisasi: Berdayakan Humas!

Anda aktif di sebuah organisasi? Jika organisasi Anda ingin
(1) dikenal luas
(2) bercitra positif
(3) mudah berkomunikasi dengan para pihak yang berkepentingan dengan organisasi Anda di mana pun
(4) memberikan pelayanan yang baik kepada “klien” atau “mitra” organisasi
(5) menyebarluaskan informasi kepada sesama anggota dan non-anggota
(6) menciptakan ketertarikan dan kepercayaan publik,

maka… optimalkan fungsi humas! Berdayakan Public Relation Officer (PRO) organisasi Anda!

Secara teori, Humas (Hubungan masyarakat) –Inggris: Public Relations (PR)– adalah sebuah “seni berkomunikasi” dengan publik untuk menyebarluaskan informasi berkaitan dengan organisasi, membangun saling pengertian, menghindari kesalahpahaman, mispersepsi, sekaligus membangun citra positif lembaga.

Bagian Humas bertanggung jawab untuk memberikan dan menyebarkan informasi organisasinya kepada publik, membentuk citra positif, dan menangani jika ada masalah yang berkaitan dengan citra organiasai.

Humas pula yang bertugas meyakinkan, meraih atau membangun simpati, menjaga nama baik (reputasi) organisasi, dan membangkitkan ketertarikan publik kepada organisasinya.

Tugas Humas paling populer adalah Media Relations (Hubungan dengan Media Massa), seperti mengadakan konferensi pers, kunjungan ke media (media visit) untuk mengenalkan organisasi dan membina hubungan baik, serta membuat siaran pers (press release) yang dikirimkan kepada media massa tentang kegiatan organisasinya.

Humas pula yang “membaca” sikap publik terhadap organisasinya dan memberikan klarifikasi, penerangan, bahkan bantahan jika ada informasi yang salah tentang organisasinya. Humas pula yang biasa menangani bidang penerbitan seperti majalah internal organisasi, brosur, pamflet, dan sejenisnya.

Jadi, Humas memiliki peran penting dalam membantu menginformasikan pada publik internal (dalam organisasi) dan publik eksternal (luar organisasi) dengan menyediakan informasi akurat dalam format yang mudah dimengerti sehingga ketidak-pedulian akan suatu organisasi, produk, atau tempat dapat diatasi melalui pengetahuan dan pengertian.

Dengan mengemukakan informasi secara jelas dan tidak bias, umumnya merupakan cara yang berhasil untuk meraih simpati.

Peran Utama Humas
Menurut Broom and Smith (1979), seperti dikutip The Cyber-Journal of Sport Marketing ada empat peran utama humas:

  1. Expert Prescriber. 
  2. Technician Communication.
  3. Communication Facilitator. 
  4. Problem-Solving Process Facilitator.

Sebagai Expert Prescriber, humas (harus) piawai dalam masalah publik. Mereka mendiagnosis masalah, menawarkan (menemukan) solusinya, dan menyampaikannya kepada pimpinan organisasi –sering diibaratkan “dokter yang menulis resep untuk pasiennya”.

Sebagai Technician Communication, humas (harus) menyediakan layanan teknis komunikasi kepada publik, seperti menangani media publikasi dan mengurus rilis press (press release). Karenanya, humas harus diisi mereka yang memiliki keterampilan komunikasi khusus (specific communication skills), seperti seni grafis dan kemampuan menulis (writing skills).

Sebagai Communication Facilitator, humas menjadi “jembatan komunikasi” antara publik dengan organisasi, sebagai “mediator” (penegah) bila ada miskomunikasi (serve as intermediaries between the organization and its various publics).

Sebagai Problem-Solving Process Facilitator, humas terlibat aktif dalam top manajemen organisasi, seperti mengatasi “krisis” atau “masalah” yang melanda organisasi. Humas menjadi “pemeran utama” dalam mengatasi masalah organisasi dengan publik. They guide other members of the team in systematically addressing public relations matters.

Hal Teknis
Hal teknis atau gambaran kerja humas antara lain sebagai berikut:

  1. Menyediakan dan mengelola media informasi internal
  2. Memantau pemberitaan media massa.
  3. Menjawab surat pembaca.
  4. Menguasai peraturan pemerintah, termasuk UU Pers.
  5. Menyiapkan naskah/tulisan, video, dan menyebarkannya.
  6. Mengelola media online dan inhouse magazine
  7. Membangun jaringan di media sosial (facebook, twitter, youtube).
  8. Menjalin hubungan baik dengan organisasi lain.

Dari gambaran di atas, jelas betapa penting peran humas dalam manajemen organisasi dan betapa penting organisasi memberdayakan peran humas. Betapa pengting pula manajer, petugas, atau staf humas berwawasan luas, monitoring media, melek teknologi komunikasi dan informasi, menguasai teknik public speaking, memahami hubungan media (media relatins) dan… ‘ala kulli haal…. wajib bisa menulis!  (www.romeltea.com).*

Related Post

Media Publikasi Humas: PR Tools Brosur (Brochure) –Selebaran, satu halaman kertas yang terlipat dua atau lebih, berisi keterangan, informasi, atau gambaran tentang sebuah perusaha...
Kode Etik Humas: Etika Profesi Public Relations Oleh ASM. Romli Sebagaimana lazimnya kaum profesional, praktisi humas (public relations) memiliki etika profesi atau kode etik humas yang harus dit...
PR Writing – Penulisan Humas Oleh ASM. Romli Teknik Penulisan Humas (Public Relations Writing) adalah keterampilan menulis (writing skill) khas Humas (PR Officer) dalam mengha...
Cara Membuat Inhouse Magazine Wah terima kasih banget nih, bisa ikutan nanya tentang dunia jurnalistik. Mas Romli, saya mau tanya nih..boleh ga saya minta dikirimi panduan cara mem...

COMMENTS (2)

  • comment-avatar

    Mas, tulisan antum keren2… hehhe…. mulai dari MC humas dll.. komplit,,, kebetulan saya Trainer pemula, masih perlu banyak belajar ke panjenengan