Keliru, Penutup Surat ‘Atas Perhatiannya Kami Haturkan Terimakasih’

kalimat penutup surat

ANDA menerima surat undangan atau pemberitahuan? Coba cek bagian penutup surat. Adakah kalimat penutupnya berbunyi “Atas Perhatiannya Kami Haturkan Terimakasih”?

Kelimat penutup surat dari lembaga atau instansi biasanya diakhiri dengan kalimat tersebut.

Dalam konteks bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku), kalimat penutup yang biasa tertulis dalam surat itu keliru.

Letak kekeliruannya di tiga kata atau frasa:

Baca Juga
  1. Atas perhatiannya.
  2. Haturkan.
  3. Terimakasih.

Mari kita bahas. “Dalil” yang saya gunakan dalam pembahasan ini Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Atas Perhatiannya

Kata ganti nya dalam frasa “atas perhatiannya” merujuk pada orang ketiga. Itu keliru karena surat itu komunikasi dua pihak: pengirim dan penerima surat.

Ucapan atau kalimat penulis surat ditujukan pada orang kedua, maka menjadi tidak jelas siapa yang dimaksud dengan nya pada kalimat tersebut.

Seharusnya, nya itu diganti dengan kata ganti orang kedua (Anda) atau diganti dengan kata sapaan Bapak, Ibu, atau Saudara, sehingga menjadi: Atas perhatian Bapak/Ibu/Saudara…

Haturkan 

Kata hatur atau haturkan Tidak ada dalam kamus bahasa Indonesia. Kata hatur itu bahasa Sunda. Misalnya, hatur nuhun (terima kasih); dihaturanan  (dipersilakan).

Surat resmi hendaknya menggunakan bahasa Indonesia atau kata dalam bahasa Indonesia, yakni ucapkan atau sampaikan.

Terimakasih

Penulisan kata terima kasih jangan disatukan atau disambungkan. Harus dipisah. Penulisan yang baku: terima kasih. Lihat: Penulisan Kata Terima Kasih yang Benar.

Kata lain yang sering penulisannya disatukan antara lain tanggungjawab, ibukota, dan walikota. Itu tidak baku. Kata baku: tanggung jawab (dipisah), ibu kota (dipisah), wali kota (dipisah).

Pedoman Kalimat Penutup Surat Badan Bahasa

Di laman Badan Bahasa ada ulasan khusus soal “Kalimat Penutup Surat”.

Disebutkan, surat merupakan sarana komunikasi tulis. Agar dapat dipahami oleh pem­bacanya, di dalam penulisan surat (resmi), penulis perlu mempertim­bangkan faktor kesederhana­an, kesantunan bahasa, kelugasan kalimat, ke­cermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata dan struktur kalimat, serta keserasian atak.

Walau­pun demikian, faktor kelaziman juga perlu diper­hatikan. Oleh karena itu, bagian isi surat selalu terdiri atas bagian pem­buka, bagian isi, dan bagian pe­nutup.

Bagian penutup surat dapat berupa harapan pengirim surat atau ucap­an terima kasih kepada penerima surat. Hingga saat ini, masih terdapat kalimat pada bagian penutup surat resmi sebagai berikut.

(1) Demikian agar Saudara maklum adanya.
(2) Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih.
(3) Demikian, atas perhatian Bapak, kami haturkan terima kasih.

Setiap surat yang dikirimkan tentu diharapkan untuk dapat dimaklumi oleh pene­rima surat.

Oleh karena itu, pernyataan seperti pada kalimat (1) tidak diperlukan lagi.

Selain itu, pernyataan pada kalimat (1) “Demikian agar Saudara maklum adanya” bukanlah sebuah kalimat yang lengkap karena tidak memiliki subjek dan predikat.

Pernyataan itu hanya berupa anak kalimat yang tidak disertai induk kalimatnya. Oleh karena itu, pernyataan itu dapat dikatakan mubazir karena tidak informatif.

Pada kalimat (2) penggunaan kata ganti “nya” pada Atas perhatiannya di­ucapkan terima kasih tidak jelas mengacu kepada siapa.

Bentuk “nya” itu lebih tepat jika diganti dengan kata sapaan untuk orang kedua, seperti Saudara, Bapak, atau Anda, karena komunikasi yang terjadi di dalam surat ialah komuni­kasi antara pihak pertama dan ke­dua.

Selain itu, peng­gunaan imbuhan di pada kata diucapkan terasa tidak masuk akal karena secara logika akan timbul pertanyaan, “Siapakah yang mengucapkan teri­ma kasih itu.”

Ucapan terima kasih itu disampaikan oleh penulis surat kepada penerima surat.

Oleh karena itu, kalimat penutup surat yang dapat digunakan ialah Atas per­hatian Saudara, kami sampaikan ucapan terima kasih.

Pada contoh kalimat penutup surat nomor (3), Demikian atas per­hatian Bapak, kami haturkan terima kasih.

Kata demikian tidak diperlu­kan pada penutup surat itu karena penggunaan kata itu tidak memberikan informasi apa pun.

Selain itu, penggunaan kata haturkan tidaklah tepat karena kata haturkan itu masih bersifat kedaerahan, sedangkan surat yang dibuatnya adalah surat resmi, yang menuntut penggunaan kosakata baku bahasa Indone­sia.

Oleh karena itu, kata haturkan lebih tepat jika diganti dengan kata ucapkan apabila kita menekankan pada keinginan untuk mengucapkan sesuatu, atau kata sampaikan apa­bila kita memang ingin menyampaikan sesuatu, yaitu ucap­an terima kasih kepada penerima surat.

Jadi, di dalam penulisan surat dinas, pada kalimat penutup surat se­baik­­nya tidak digunakan kata-kata yang masih bersifat kedaerahan dan tidak digunakan kata-kata yang tidak memberikan kejelasan informasi.*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *