Pengertian Bahasa Jurnalistik dan Contoh Penggunaannya

18963 views
Bahasa Jurnalistik - Bahasa Media

Bahasa Media: Panduan Praktis Bahasa Jurnalistik, karya ASM. Romli, Batic Press Bandung. Tlp. (022) 7206964.*

Pengertian Bahasa Jurnalistik dan Contoh Penggunaannya

BAHASA Jurnalistik adalah gaya bahasa yang digunakan wartawan dalam menulis berita.

Sebutan lain bahasa jurnalistik adalah bahasa media, bahasa pers, dan bahasa koran (newspaper language).

Dengan menggunakan bahasa khas wartawan ini, maka tulisan di media menjadi ringkas, padat, mudah dipahami, efektif, efisien, dan enak dibaca.

Wartawan dapat meringkas banyak fakta dan memadatkan makna dalam sebuah kata atau kalimat.

Bahasa jurnalistik disebut juga Bahasa Komunikasi Massa (Language of Mass Communication), yakni bahasa yang digunakan dalam komunikasi melalui media massa, baik komunikasi lisan (tutur) di media elektronik (radio dan TV) maupun komunikasi tertulis (media cetak dan online), dengan ciri khas singkat/ringkas, lugas, padat, dan mudah dipahami.

Bahasa Jurnalistik membuat tulisan di media komunikatif. Artinya, langsung menjamah materi atau langsung ke pokok persoalan (straight to the point), bermakna tunggal, tidak konotatif, tidak berbunga-bunga, tidak bertele-tele, dan tanpa basa-basi.

Bahasa Jurnalistik juga spesifik, yaitu mempunyai gaya penulisan tersendiri, yakni kalimatnya pendek-pendek, kata-katanya ringkas dan jelas, serta mudah dimengerti orang awam (menggunakan bahasa yang biasa digunakan secara umum).

Bahasa Jurnalistik hadir atau diperlukan oleh insan pers atau awak media untuk kebutuhan komunikasi efektif dengan pembaca (juga pendengar dan penonton).

Pengertian Bahasa Jurnalistik

Berikut ini beberapa Pengertian Bahasa Jurnalistik menurut para ahli dan praktisi media.

Menurut Rosihan Anwar, bahasa jurnalistik adalah bahasa yang digunakan oleh wartawan dinamakan bahasa pers atau bahasa jurnalistik. Bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas yaitu : singkat, padat, sederhana, lancer, jelas, lugas, dan menarik.

Bahasa jurnalistik didasarkan pada bahasa baku, tidak menganggap sepi kaidah-kaidah tata bahasa, memperhatikan ejaan yang benar, dalam kosa kata bahasa jurnalistik mengikuti perkembangan dalam masyarakat.

Menurut Wojowasito, bahasa jurnalistik adalah bahasa komunikasi massa sebagai tampak dalam harian-harian dan majalah-majalah. Dengan fungsi yang demikian itu bahasa tersebut haruslah jelas dan mudah dibaca oleh mereka dengan ukuran intelek yang minimal.

Bahasa jurnalistik digunakan agar sebagian besar masyarakat yang melek huruf dapat menikmati isinya. Walaupun demikiantuntutan bahwa bahasa jurnalistik harus baik, tak boleh ditinggalkan.

Dengan kata lain bahasa jurnalistik yang baik haruslah sesuai dengan norma-norma tata bahasa yang antara lain terdiri atas susunan kalimat yang benar, pilihan kata yang cocok.

Menurut Yus Badudu, bahasa suratkabar harus singkat, padat, sederhana, jelas, lugas, tetapi selalu menarik. Sifat-sifat itu harus dipenuhi oleh bahasa surat kabar mengingat bahasa surat kabar dibaca oleh lapisan-lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya.

Mengingat orang tidak harus menghabiskan waktunya hanya dengan membaca surat kabar, bahasa jurnalistik harus lugas, tetapi jelas, agar mudah dipahami. Orang tidak perlu mesti mengulang-ulang apa yang dibacanya karena ketidakjelasan bahasa yang digunakan dalam surat kabar.

Karakteristik Bahasa Jurnalistik

Karakteristik atau ciri-ciri bahasa jurnalistik yang utama adalah sebagai berikut:

  • Hemat Kata. Memilih kata yang lebih ringkas: kemudian = lalu, kurang lebih = sekitar, melakukan pencurian = mencuri, memberikan saran = menyarankan.
  • Lugas. To the point, tidak berbunga-bunga, tidak menggunakan kata-kata berona (colorful words): menitikkan air mata = menangis; memiliki sebuah asa = berharap.
  • Umum/Sederhana. Menggunakan kata-kata populer yang dipahami orang awam.
  • Menghindari Kata Mubazid dan Kata Jenuh.

Penggunaan bahasa jurnalistik dalam penulisan berita atau artikel akan membuat naskah menjadi ringkas, padat, mudah dipahami, efektif, efisien, dan enak dibaca.

Contoh Penggunaan Bahasa Jurnalistik

Dalam menulis berita, wartawan mengacu pada formula 5W+1H, meliputi Siapa (Who) melakukan Apa (What), Kapan (When), di mana (Where), Kenapa (Why), dan Bagaimana (How).

Dengan menggunakan bahasa jurnalistik, sebuah peristiwa, misalnya Aksi Demonstrasi, dapat disusun naskah beritanya sebagai berikut:

Ratusan Mahasiswa Bandung berunjuk rasa, Selasa (11/7/2015), di depan Gedung Sate Jln Diponegoro Kota Bandung, untuk menuntut pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi dilakukan setelah muncul kabar pemerintah akan menaikkan harga BBM bulan depan. Aksi berlangsung damai.

Dalam contoh di atas, dalam penulisan unsur waktu, bahasa jurnalistik cukup menuliskan Selasa (11/7/2015), bukan pada hari Selasa tanggal 11 Juli 2015.

Unsur tempat cukup ditulis di depan Gedung Sate Jln Diponegoro Kota Bandung, tanpa menuliskan bertempat di depan Gedung Sate.

Bahasa Jurnalistik menghindari penggunaan kata/kalimat panjang, seperti:

  • kemudian > lalu
  • kurang lebih > sekitar
  • melakukann pencurian > mencuri
  • mengalami penurunan > turun, menurun
  • pada hari Senin > Senin
  • pada tanggal 10 Januari 2017 > 10 Januari 2017
  • tanggal 17 Agustus 2017 mendatang > pada 17 Agustus 2017

Dalam penulisan berita, banyak wartawan yang sering “melupakan” bahasa khasnya ini.

Misalnya, banyak ditemukan penulisan 29 Juli mendatang ketimbang 29 Juli 2015. Kata “mendatang” dan “lalu” sering muncul saat menuliskan unsur waktu.

Demikian sekilas ulasan tentang Pengertian Bahasa Jurnalistik dan contoh penggunannya. Wasalam. (www.romeltea.com).*

Bahasa Jurnalistik Jurnalistik

Related Post

  1. author
    chipiwz11 years agoReply

    paaaaaaaaaaaaaaaaak
    udah bikin blog n bikin tulisan mudik…. tapi masih di blog ndiri, biarin ya???

    chipiwz.wordpress.com

    nuhun

  2. author
    piw11 years agoReply

    punteun ngiring minuhan blog bapa…
    trnyata ank2 klas c ppada rajin2 yah???

    tapi ketang berhubung saya anak jurnal B smseter 3, saya juga tidak mau kalah, PAK ABDI BUDAK JURNAL OGE !!!!

    punten pak teulat knalan di dunia maya, ya abis gmna da orang saya mah orang gaptek yang rendah hati, heuheu..

    sok lah mlai sekarang sya mau lebih rajin menulis!! pan udah dikasih makalah2 dari bapa, ya walopun banyaknya foto copy dr orang, hehe..

    mangga ah pa bisi jadi curhat

    PS:
    punten pa blog abdi blum terurus dengan rapi…

  3. author

    muaLem Bapak. . . . .

    ^_^

    saya winda mahasiswa jurnalistik C.

    materi kuliahnya udH sy upLoad,,
    truz tugaZ yg mudik jg daH ad d blog saYa,
    dan udH d kirim jg k emaiL baPa’.

    kerenLah c baPa’ gauL ey. . . . . .

    ^_^

  4. author
    aRiVuL aRiDy11 years agoReply

    ChAmLeYQum……..

    makasih yah Pak bwt MaTErinya,….btw, tdi pwsa g pak?he._.he. Andai aza dOseN UIN kya paK romeL seMuA, PaSti david Beckham juga pengen
    kuliah Di UIN SGDBan DuNG

  5. author
    dheia11 years agoReply

    konbanwa pak,watashiwa dheia,
    jurnalistik a, ngajarnya yang rajin ya pak, jgn kaya dosen-dosen yang lain….arigato, jama’ne

  6. author
    nenden kurniasih/jurn C11 years agoReply

    pagi pak,,,,
    thax ya pakkkk, atas artikelnya
    pokoknya is the best lah

  7. author
    rossi aprilyani/jurn C11 years agoReply

    MaKaciW paaak,,eMang ZamanNYa mUsti OnLine. So cara nyari Bahan kUL LewAt BLog Keren Lahhhh…..CaYyoooo Pak RomEL!!!!

  8. author

    Assalamua’laikum…..
    Pak ni Rara,mahasiswi Jurnalistik C smster 3
    Terima kasih banyak atas artikel-artikelnya,dengan ini memudahkan kami khususnya saya untuk mencari seluk beluk bahasa jurnalistik…
    syukron pak…tos heula nyaaa…
    Wassalamm
    ^_^

  9. author

    Assaamu’alikum Wr.Wb
    Bapak, ini saya suci agustina h, jurnal c smster 3
    Makasih pak, bahan perkuliahannya sudah saya copy! jujur deh pak saya suka banget gaya bahasa yang bapak gunain.
    Sekali lagi Terima kasih banget pak……Mangga ah pak !

1 2 3

Leave a reply