Perbedaan Prakiraan dan Perkiraan, BMKG vs Zodiak

prakiraan vs perkiraan

SETIAP hari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memublikasikan prakiraan cuara, bukan perkiraan cuaca.

Apa bedanya prakiraan dan perkiraan? Keduanya merupakan kata baku dalam bahasa Indonesia. Berikut ini ulasannya.

Pengertian Prakiraan dan Perkiraan

Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kedua kata tersebut berasal dari kata dasar yang sama, yaitu kira.

Namun, kata prakiraan dibentuk dari kata dasar kira yang diawali/ditambah pra-.

Baca Juga

Perkiraan: Kata Dasar Kira

Kira artinya:

  1. pendapat yang hanya berdasarkan dugaan atau perasaan, bukan berdasarkan bukti nyata;
  2. sangka;
  3. hitung;
  4. taksir.

Perkiraan  artinya:

  1. yang diperkirakan;
  2. hasil mengira-ngira;
  3. pertimbangan;
  4. perhitungan.

Prakiraan: Kata Dasar Prakira

Prakiraan artinya:

  1. yang diprakirakan;
  2. hasil memprakirakan;
  3. perhitungan sebelumnya.

Bentuk terikat pra- artinya “sebelum “atau “di depan”, misalnya prasejarah, prasekolah, prasangka.

  • prasêjarah = bagian ilmu sejarah tentang zaman ketika manusia hidup dalam kebudayaan yang belum mengenal tulisan.
  • prasêkolah = jenjang (tingkat) sekolah sebelum sekolah dasar; taman kanak-kanak.
  • prasangka = pendapat (anggapan) yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui (menyaksikan, menyelidiki) sendiri; syak; pendapat atau sikap yang berlandaskan emosi sehingga tidak terbuka terhadap alasan yang berlawanan dengan apa yang diyakini; praduga.

Jadi, apa bedanya prakiraan dengan perkiraan? Lanjut….!

Perbedaan Prakiraan dan Perkiraan

Dilansir Jawa Pos, pihak BMKG menjelaskan perbedaan makna perkiraan dan prakiraan.

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, prakiraan yang dikeluarkan oleh BMKG rupanya kurang dianggap oleh masyarakat. Hal ini akhirnya membuat mereka tidak siap saat menghadapi hujan yang mengakibatkan banjir di awal tahun.

Dikatakannya, yang dikeluarkan oleh BMKG adalah prakiraan, bukan perkiraan. Prakiraan basisnya adalah data-data yang sudah ditelaah, sementara perkiraan tidak.

“Padahal peringatan dini BMKG adalah prakiraan. Dasarnya dari data dari satelit dan juga radar-radar yang tersebar di Indonesia. Jadi, mohon dengan sangat percayalah dengan prakiraan, bukan perkiraan,” jelasnya.

Dari penjelasan di atas, maka perbedaan prakiraan dan perkiraan adalah sebagai berikut:

  • Prakiraan — prediksi atau ramalan berdasarkan data atau perhitungan rasional.
  • Perkiraan — prediksi atau ramalan berdasarkan dugaan semata atau hasil kira-kira; dugaan.

Jadi, prakiraan dan perkiraan merupakan dua kata yang “serupa tapi tak sama”.

Kesimpulan, “ramalan cuaca” bukan ramalan seperti hasil dugaan “dukun”, tapi merupakan hasil analisis data atau catatan atas kumpulan fakta.

Hukum Percaya Prakiraan dan Perkiraan

Prakiraan cuaca bukan hasil kira-kira atau hasil menduga-duga, bukan juga berupa ramalan cuaca, tetapi keadaan cuaca yang diprakirakan diharapkan sesuai dengan hasil perhitungan sebelumnya.

Makanya, percaya pada prakiraan cuaca dibolehkan. Berbeda dengan percaya ramalan dukun atau ramalan zodiak yang jelas haram menurut Islam karena termasuk syirik.

Prakiraan cuaca bukanlah bagian dari ramalan penyihir atau dukun. Prakiraan cuaca adalah hasil pengamatan ilmuwan terhadap tanda-tanda di atmosfer terkait dengan tekanan, suhu, arah angin, kelembapan udara, dan sebagainya.

‘Ala kulli hal, hanya Allah SWT yang Mahatahu kepastian sesuatu, khususnya perkara gaib yang tak kasat mata.

“Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan” (QS An-Naml:65). Wallahu a’lam bish-shawabi. Wasalam. (www.romeltea.com).*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *