Teknik Menulis Teras Berita: Mulai dengan Unsur ‘Who’

3176 views

Cara Mudah Menulis Lead Berita: Mulai dengan Unsur ‘Who’. Awali berita dengan SIAPA, nama orang atau nama lembaga.

teras berita

ULASAN tentang cara atau teknik menulis berita ini saya mulai dengan contoh teras berita (news lead) yang dimuat sebuah website instansi pemerintah berikut ini:

“Bertempat di  Hotel A Jakarta, Senin 12 Januari  2009, dilaksanakan BUSSINES MEETING  PT Romel Jayaperkasa yang bertajuk “Dampak Krisis Ekonomi Global Terhadap Industri di Indonesia” yang dihadiri oleh Dirut, Kepala Dishub, Kepala Bank X, Ketua Gapensi, Ketua Asosiasi Kawasan Berikat, Dinas Perindag, Dir. PTPNI, Ketua Wilayah Karantina, Perwakilan dari instansi pemerintah dan BUMN, dan para undangan sebanyak 75 orang terdiri atas para pengusaha ekportir-importir Indonesia.”

Saya yakin, Anda butuh pemikiran ekstra untuk memahami kalimat tersebut.

Itulah “tipikal” karya jurnalistik atau naskah berita yang dibuat wartawan pemula atau mahasiswa jurnalistik. Biasanya dibuat oleh mahasiswa yang belajar menulis berita atau staf humas yang belum menguasai teknik menulis berita.

Newbie Journalist sering mengawali lead berita dengan unsur tempat atau waktu.

Jelas, mereka tidak belajar dengan baik di bangku kuliah atau di tempat diklat jurnalistik. Mereka juga tidak belajar dari berita-berita yang ada di koran-koran karya para wartawan senior.

Tipikal lainnya adalah memulai berita dengan unsur waktu (WHEN). Misalnya:

Pada hari Minggu tanggal 15 Januari 2009 diadakan acara pelantikan pengurus baru forum KADS (Kesatuan Aksi Diri Sendiri) oleh Ketua Pembina Yayasan KADS Romel Sukabalabala Banget di Hotel A Bandung…

Baiknya:

Ketua Pembina Yayasan Kesatuan Aksi Diri Sendiri (KADS) Romel Sukabalabala Banget melantik pengurus baru forum KADS di Hotel A Bandung, Minggu (15/1).

Mungkin, kebiasaan penulisan unsur WHEN itu dampak dari lagu masa kanak-anak berjudul Naik Delman:

Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota/ Naik delman istimewa kududuk di muka…

Simaklah koran Anda hari ini atau situs web yang biasa Anda buka, adakah berita yang diawali dengan unsur waktu atau tempat?

Misalnya, “bertempat di ….” atau “pada hari …. tanggal…”? Saya yakin, tidak ada, minimal langka banget! Apakah para wartawan pemula atau mahasiswa itu tidak memerhatikannya?

Salah satu cara untuk mampu menulis berita dengan baik, kita harus mempelajari struktur berita yang hadir setiap hari di koran-koran. Perhatikan bagaimana struktur kata atau kalimat pada judul, lead, dan tiap awal paragraf.

Perhatikan pula, apakah ada opini wartawan dalam berita itu? Tentu tidak karena para wartawan profesional memahami betul larangan pencampuradukan fakta dan opini, juga paham betul konsekuensinya jika larangan itu dilanggar.

DALAM sebuah diklat jurnalistik, saya bertanya kepada peserta.

“Anda sudah mendapatkan materi penulisan berita, apakah ada yang masih belum bisa menulis berita?”

“Bukan ada lagi, Kang, banyak…!” jawab mereka serentak. “Banyak?” saya berlagak pilon, “Kenapa?”

“Sulit menulis awalnya, Kang!”

Cara Mudah Menulis Teras Berita

Maka, saya pun kembali menjelaskan rumus jitu atau cara mudah menulis berita, utamanya bagian awal atau teras (news lead).

Rumus jitu temuan saya itu berbasis unsur 5W+1H

  • What = Apa yang terjadi
  • Who = Siapa yang terlibat dalam peristiwa itu
  • When = Kapan kejadiannya
  • Why = Kenapa itu terjadi
  • Where = Di mana
  • How = bagaimana proses kejadiannya)

Rumus mudah menulis teras berita adalah menggunakan formula

  • Who does what, when, where, why, and how
  • Siapa melakukan apa, kapan, di mana, kenapa, dan bagaimana.

Contohnya, mari kita edit atau susun ulang berita di atas, disesuaikan dengan formula  5W+1H. Hasilnya seperti ini:

PT Romel Jayaperkasa melaksanakan Business Meeting (Pertemuan Bisnis) di Hotel A Jakarta, Senin (12/1). Acara bertajuk “Dampak Krisis Ekonomi Global Terhadap Industri di Indonesia” itu dihadiri oleh Dirut, Kepala Dishub, Kepala Bank X, Ketua Gapensi, Ketua Asosiasi Kawasan Berikat, Dinas Perindag, Dir. PTPNI, Ketua Wilayah Karantina, serta perwakilan instansi pemerintah dan BUMN. Tuurt hadir 75 tamu undangan terdiri atas para pengusaha ekspor-import Indonesia.

Uraian Unsur 5W+1H:

  • WHO = PT Romel Jayaperkasa
  • WHAT = melaksanakan Business Meeting
  • WHERE= di Hotel A Jakarta
  • WHEN = Senin (12/1)
  • WHY = (tujuan acara, mengapa acara itu digelar, belum dimasukan)
  • HOW = Acara bertajuk “Dampak Krisis Ekonomi Global Terhadap Industri di Indonesia” itu dihadiri .. dst.

Jadi, sebagai standar teknik menulis berita, mulailah dengan unsur WHO: WHO does WHAT, Siapa Melakukan Apa.

Untuk berita opini (opinion news), gunakan formula WHO says WHAT, Siapa Mengatakan Apa. (Itu formula atau rumus “temuan saya” lho, ‘gak ada di buku teori soalnya, harus dipatenkan kali ya? Biar aja deh, ilmu itu hakikatnya milik Allah dan harus disebarluaskan oleh penerima amanah-Nya).

Lanjut! Tentu, tidak ada larangan memulainya dengan unsur lain, apalagi jika menggunakan gaya penulisan “jurnalisme sastra” atau “jurnalisme baru” (saya menyebutnya “advanced level” dalam penulisan berita), juga penulisan jenis berita selain berita lempang (straight news).

Tapi lazimnya, atau sebagai standar penulisan bagi pemula, berita (straight news) dimulai dengan unsur WHO sesuai dengan kaidah tata bahasa SPOK (Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan).

Ok, Class! Itu dulu lesson kita kali ini tentang teknik menulis berita: mulai dengan unsur “who”. To be continued, misalnya soal bagaimana agar kita terbiasa menulis berita dengan baik dan benar? Wasalam. (www.romeltea.com).*

5w+1h Berita cara menulis berita Kiat Menulis Berita Menulis Berita menulis berita opini penulisan berita Teknik Menulis Berita

Related Post

  1. author
    Ginanjar Ilham5 years agoReply

    MAnteb,,,
    Minta ya gan,, Buat Reverensi belajar jurnalis,,, 😉

  2. author
    Syahzen7 years agoReply

    minta lagi ya…

  3. author
    johan7 years agoReply

    terimaksi atas sajian yang di tampilkan, mungkin dengan ini saya dapat lebih memahami tentang penulisan yang baik dan yang benar

  4. author
    irwan8 years agoReply

    makasaih penjelasangnya bang

  5. author

    pendidikan merupakan urat nadi-a kemajuan suatu bang …
    jadi mari kita tingkatkan aktivitas belajar kita dalam pelbagai hal … baik mendidik via berita… konseling atau via wadah formal lainnya …
    mari kunjungi segera di http://fkim-langsa.blogspot.com/

  6. author
    daiy9 years agoReply

    formula ‘who says what…’ itu bukannya formula Laswell ya??
    stau saya sih gitu… 🙂

    thanks n regards,

    • author
      Romel tea9 years agoReply

      Kalo Harold Dwight Lasswell itu rumus tentang pengertian komuniksi: “Who (says) What (to) Whom (in) What Channel (with) What Effect”. Beda toh….? Definisi tentang politikLaswell juga ada: “Politics is who gets what, when, and how.” Mirip ya…? Baru nyadar….. thanks ya…!

  7. author
    vince10 years agoReply

    artikel yang sangat membantu. saya juga beberapa kali mengikuti pelatihan jurnalistik. sudah bbrp thn yang lalu. sekarang pekerjaan saya adalah membuat berita. bedanya berita nya mengenai pemerintahan sehingga harus bersifat positif, artinya tidak boleh critical dan beropini. saya sering kesulitan dalam membuat lead yang menarik tetapi tetap menggunakan 5W1H. seandainya ada tips untuk penulis seperti saya. thnks.

    • author
      romeltea (Author)2 years agoReply

      Gunakan tips di atas, itu standar penulisan berita, hanya mengurutkan fakta yang terangkum dalam rumus 5W+1H

Leave a reply