Saturday, May 19th, 2012

PR Writing: Menulis untuk Website

Published on May 7, 2012 by | 168 Views |   ·   No Comments

pr writingTiap kali saya mendapat undangan untuk jadi pemateri pelatihan di sebuah instansi, saya mengakses websitenya untuk menemukan informasi pelatihan tersebut. Hasilnya? Nol! Hampir semua web instansi itu berisi posting lama, tidak ada update, termasuk tak ada info tentang pelatihan tersebut.

Dari situ saya makin paham, mengapa Humas instansi tersebut mengundang saya untuk melatih staf humasnya —agar aktif, dinamis, kreatif, bisa menulis, dan mampu mempublikasikan dengan segera dinamika instansinya.

Praktisi Humas (Public Relations) harus memiliki kemampuan menulis, termasuk menulis untuk websitenya dan media massa. “Sebagian besar pekerjaan praktisi Humas melibatkan menulis dan sangat jarang hanya satu jenis tulisan yang dibutuhkan,” kata James Glen Stoval dalam “Writing for Mass Media” (jprof.com).

“Dua dari cara terbaru bagi organisasi untuk berkomunikasi dengan publik adalah melalui email dan website. Praktisi Humas/PR harus menjadi mahir menulis pesan email dan memahami fungsi dan tujuan situs web.”

Berikut ini beberapa istilah kunci dan konsep yang harus dipahami praktisi humas dalam hal menulis untuk website.

Kesegeraan (Immediacy ) –ciri khas web adalah kecepatan penyampaian informasi. Posting dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Ketika sebuah peristiwa terjadi, kebanyakan orang beralih ke penyiaran (radio/TV), tetapi mereka yang mencari informasinya ke web juga meningkat.

Permanen (Permanency) — Web memiliki sifat permanen, dapat diakses berulang-ulang dan bertahan lama.

Kapasitas (Capacity) – Web tidak dibatasi oleh waktu dan tidak (setidaknya secara teoritis) dibatasi oleh ruang, seperti media cetak. Kapasitas ini hampir tak terbatas untuk posting informasi.

Fleksibilitas (Flexibility) – Web bisa menyajikan hampir semua bentuk penyajian informasi –kata-kata, gambar, grafik, video, dan audio. Penulis web harus memahami, media ini tidak terbatas pada kata-kata, melainkan dapat menangani semua bentuk dan kombinasi yang mungkin belum kita telah dikembangkan.

Interaktivitas (Interactivity) –Pengguna individu jauh lebih menonjol dan penting dalam lingkungan web dari mereka dengan media lainnya. Pengembang situs web telah membentuk berbagai cara bahwa individu dapat berinteraksi, seperti merancang versi mereka sendiri dari sebuah situs web, chat room, jajak pendapat, tanggapan langsung ke informasi, dan interaktivitas ini akan terus berkembang. (www.romeltea.com. Source: jprof.com).*

Tulisan Lainnya:

  1. Praktisi Humas Wajib Bisa Menulis!
  2. PR Writing: Teknik Penulisan Humas
  3. Menulis untuk Berbagi
  4. Hubungan Media: Kegiatan Humas untuk Citra Positif Lembaga
  5. PR Writing, Penulisan Humas

Tags: , , , , , ,

Print This Post Print This Post

About Romeltea:

Asep Syamsul M. Romli a.k.a Romel tea --akrab disapa Kang Romel-- adalah komunikator profesional -wartawan, penulis buku-buku komunikasi praktis, editor, penyiar radio, konsultan media, public speaker, dan trainer-motivator yang siap berbagi dalam pelatihan jurnalistik, menulis, siaran radio, public speaking, MC, public relation (humas), media sosial, dll. Dosen luar biasa mata kuliah ilmu komunikasi. Sering menjadi pemateri di berbagai diklat internal instansi pemerintah/swasta. Kontak saja: romeltea@yahoo.com


Tetap update berita/artikel di mana pun dari Romeltea Magazine dengan mengetikkan www.romeltea.com di browser ponsel Anda!


Readers Comments (0)




Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.




POSTING TERBARU



KOMENTAR

My Links



Adsense Indonesia



WEB STATS

  • 946125Total reads:
  • 122Today:
  • 759Yesterday: