Pengertian Jurnalistik

414 views

Jurnalistik atau jurnalisme identik dengan wartawan, media, koran, reporter, berita, wawancara, dan sebagainya. Apa sebenarnya pengertian jurnalistik? Artikel berikut ini mengulas arti jurnalistik secara ringkas.

jurnalistik-jurnalisme-jurnalis

Pengertian Jurnalistik

Secara bahasa (Indonesia), jurnalistik (jurnalisme) artinya kewartawanan atau hal-ihwal pemberitaan; seni kejuruan yang bersangkutan dengan pemberitaan dan persuratkabaran (KBBI).

Orang yang melakukan aktivitas jurnalistik disebut jurnalis atau wartawan.

Dalam bahasa Inggris, jurnalistik adalah pengumpulan dan pengeditan berita untuk disajikan melalui media. The collection and editing of news for presentation through the media (Merriam Webster).

Jurnalisme juga diartikan sebagai aktivitas pengumpulan, penyuntingan, pembuatan, dan penyajian berita dan informasi. Journalism is the activity of gathering, assessing, creating, and presenting news and information (American Press)

Kata dasar jurnalistik adalah “jurnal” (journal). Jurnal artinya laporan atau catatan atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day) atau “catatan harian” (diary).

Dalam bahasa Belanda, journalistiek artinya penyiaran catatan harian.

Menurut Leksikon Kominikasi, pengertian jurnalistik adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menyebarkan berita dan karangan untuk surat kabar, majalah dan media massa lainnya misalnya radio dan televisi.

Pengertian Jurnalistik Menurut Para Ahli & Akademisi

Banyak praktisi, ahli, dan akademisi yang merumuskan definisi atau pengertian jurnalistik, antara lain sebagai berikut:

  • Fraser Bond: pengertian jurnalistik menurut F.Fraser Bond adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai pada kelompok pemerhati.
  • M. Ridwan: jurnalistik adalah suatu kepandaian praktis mengumpulkan, mengedit berita, untuk pemberitaan dalam surat kabar, majalah, atau terbitan terbitan berkala lainnya.
  • Adinegoro: jurnalistik adalah semacam kepandaian karang-mengarang yang pokoknya memberi perkabaran pada masyarakat dengan selekas-lekasnya agar tersiar seluas-luasnya.
  • Summanang: pengertian jurnalistik adalah segala sesuatu yang menyangkut kewartawanan.
  • Onong U. Effendy: jurnalistik adalah teknik mengelola berita sejak dari mendapatkan bahan sampai kepada menyebarluaskannya kepada khalayak.
  • Erik Hodgins: jurnalistik adalah pengiriman informasi dari sini ke sana dengan benar, seksama, dan cepat, dalam rangka membela kebenaran dan keadilan.
  • A.W. Widjaya: jurnalistik merupakan suatu kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan cara menyiarkan berita ataupun alasannya mengenai berbagai peristiwa atau kejadian sehari-hari yang aktual dan faktual dalam waktu yang secepat-cepatnya.
  • Roland E. Wolseley: pengertian jurnalistik adalah pengumpulan, penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati, hiburan umum secara sistematis dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar, majalah, dan disiarkan di stasiun siaran.
  • Ensiklopedia Indonesia: jurnalistik adalah bidang profesi yang mengusahakan penyajian informasi tentang kejadian dan atau kehidupan sehari-hari secara teratur, dengan menggunakan sarana-sarana penerbitan yang ada.

Dunia jurnalistik dan media massa di Indonesia diatur khusus UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

UU Pers mengartikan jurnalistik sebagai kegiatan mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis uraian yang tersedia.

Tiga Sudut Pandang Jurnalistik

Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang: sebagai proses, teknik, dan ilmu.

1. Proses

Jurnalistik adalah “aktivitas” mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis).

2. Teknik

Jurnalistik adalah “keahlian” (expertise) atau “keterampilan” (skills) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara.

3. Ilmu

Jurnalistik adalah “bidang kajian” mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media massa (komunikasi massa).

Jurnalistik termasuk ilmu terapan (applied science) yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri.

Sebaga ilmu, jurnalistik termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan.

Jurnalistik adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Jika setiap hari kita membaca, mendengar, atau menonton program berita, maka sadar atau tidak sadar kita terlibat dalam dunia jurnalistik, minimal sebagai objek atau sasaran (target audience) dari para jurnalis.

Bagi wartawan atau jurnalis, memahami ilmu dan teknik jurnalistik tentu merupakan hal yang mutlak. Namun demikian, masyarakat pembaca, pendengar, atau pemirsa pun penting mengenal dan memahami jurnalistik, setidaknya dasar-dasarnya, sehingga tidak menjadi objek pasif media massa, bahkan bisa menjadi pembaca, pendengar, dan penonton kritis dan aktif terhadap sajian berita yang disebarkan media.

Produk jurnalistik –utamanya berita—disajikan atau disebarluarkan melalui berbagai jenis media massa, termasuk suratkabar, majalah, radio, dan televisi serta internet. Setiap hari para wartawan meliput banyak peristiwa penting untuk diberitakan sehingga peristiwa itu pun diketahui publik secara luas.

Wartawan, dengan aktivitasnya tersebut, dapat disebut saksi sejarah sekaligus terus menuliskan catatan sejarah.

Mantan editor Washington Post, Phil Graham, menggambarkannya sebagai “naskah kasar pertama sejarah” (a first rough draft of history) karena wartawan sering merekam peristiwa bersejarah pada saat kejadiannya dan pada saat yang sama harus membuat berita dalam tenggat waktu (deadline) yang pendek (Wikipedia).

Aktivitas Jurnalistik

Aktivitas jurnalistik utama adalah meliput dan memberitakan sebuah peristiwa. Unsur yang terkandung dalam berita dikenal dengan konsep 5W+1H

  1. Who, siapa yang terlibat;
  2. What, apa yang terjadi;
  3. When, kapan terjadinya;
  4. Where, di mana terjadinya;
  5. Why, mengapa terjadi;
  6. How, bagaimana proses kejadiannya.

5w1h berita jurnalistik

Lebih dari itu, wartawan mempertimbangan peristiwa itu untuk diberitakan atau tidak, dengan parameter “nilai berita” (news value), seperti kepentingannya bagi publik (significane) dan dampaknya bagi masyarakat (effects), serta menarik-tidaknya bagi publik.

Baca: Nilai Berita

Nilai Berita

Sering terjadi diskusi atau perdebatan di “ruang berita” (news room) atau ruang redaksi dalam proses seleksi peristiwa mana yang akan dipublikasikan.

Jenis Jurnalistik

Berdasarkan jenis media dan teknik publikasinya, jurnalistik dapat dibedakan menjadi tiga macam:

  1. Jurnalistik Cetak
  2. Jurnalistik Elektronik
  3. Jurnalistik Online

media

Jurnalistik cetak (print journalism) adalah proses jurnalistik yang produk atau laporannya ditulis dan disajikan dalam media massa cetak (printed media), seperti suratkabar, tabloid, dan majalah.

Teknik penulisannya menggunakan “bahasa tulis” (written language) bergaya “bahasa jurnalistik” (language of mass media), bercirikan antara lain hemat kata, sederhana, mudah dimengerti, tidak mengandung arti ganda, dan umum digunakan.

Jurnalistik elektronik disebut juga jurnalisme penyiaran (broadcast journalism), yakni proses jurnalistik yang hasil liputannya disebarkan melalui media radio dan televis.

Berita radio hanya menggunakan suara dan efek suara (auditory). Berita televisi dengan tambahan gambar (visual).

Wartawan radio –lebih sering disebut reporter— mengumpulkan fakta dan menyajikannya melalui suara (disuarakan, bercerita) saja.

Wartawan televisi –juga sering disebut reporter atau jurnalis televisi— melaporkan peristiwa dengan suara (kata-kata) sekaligus gambar hasil shooting dan/atau rekaman kamera video.

Teknik penulisan naskah radio/televisi menggunakan bahasa tutur, yakni rangkaian kata-kata yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari (spoken words), sederhana, mudah dimengerti, ringkas, tidak rumit, dan jelas.

Jurnalistik online (online journalism, cyber journalism) didefinisikan sebagai pelaporan peristiwa yang diproduksi dan disebarkan melalui internet atau proses jurnalistik yang hasilnya disajikan melalui media siber (cybermedia).

Teknik penulisannya sama dengan jurnalistik cetak, yakni menggunakan tulisan (bahasa tulis), namun penulisannya lebih leluasa dan bisa jauh lebih lengkap dibandingkan naskah untuk media cetak atau elektronik. Umumnya media cetak, radio, dan televisi juga menyediakan media online.

Jurnalistik media online dapat hadir secara individual, bukan lembaga, dengan hadirnya blog atau weblog.

Pemilik blog tidak hanya dapat menuliskan opini atau pengalalaman pribadi (diary), tapi juga bisa mempublikasikan berita, artikel, dan feature layaknya media komersial.

Kemunculan media online ini, termasuk blog, dapat menumbuhsuburkan lahirnya “Indy Media” atau media independen, bahkan maraknya “underground media”, sekaligus mengimbangi “mainstream media”.

Demikian ulasan ringkas tentang pengertian jurnalistik. Sebagain saya kutip dari kata pengantar di buku Jurnalistik Praktis untuk Pemula (Rosdakarya, 2000). Wasalam. (www.romeltea.com).

Referensi: Asep Syamsul M. Romli, Jurnalistik Terapan: Pedoman Kewartawanan dan Kepenulisan, Bandung, Batic Press, 2005; Kustadi Suhandang, Penngantar Jurnalistik: Seputar Organisasi, Produk, dan Kode Etik. Bandung, Penerbit Nuansa, 2004; Palapah dan Syamsudin. 1994, Diktat “Dasar-dasar Jurnalistik”; Effendy, Onong Uchayana. 2004. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung. Remaja Rosdakarya.*

 

Arti Jurnalistik Jurnalistik Makna Jurnalistik Pengertian Jurnalistik

Related Post

Leave a reply