Pengertian Personal Branding dan Strategi Membangun Merek Pribadi

Personal Branding

Pengertian Personal branding adalah strategi untuk membangun citra diri. Saya melakukan personal branding melalu website ini dan di media sosial.

Apa itu personal branding dan bagaimana melakukannya?

Setelah membaca artikel yang saya rangkum dari berbagai sumber ini, Anda akan memahami pengertian personal branding dan strateginya. Hakikatnya, personal branding itu marketing dan komunikasi juga.

Personal branding merupakan proses menciptakan identitas untuk diri Anda. Di era digital, personal branding menjadi semakin penting. Orang mencari Anda di internet! Membuka Google Search dan mengetik nama Anda.

Dengan media sosial dan Google, mudah bagi siapa saja untuk mengetahui informasi tentang diri Anda hanya dengan beberapa klik. Akibatnya, penting untuk menyadari bagaimana Anda hadir dan disajikan secara online –dikenal dengan istilah reputasi daring atau online reputation.

Baca Juga

Personal branding dapat membantu Anda memperkenalkan diri Anda sebaik mungkin. Ini juga cara untuk menonjol atau setidkanya berbeda dari ornag lain –apalagi jika nama Anda –maaf– “pasaran” alias banyak yang sama atau mirup.

Personal branding juga dapat membantu pribadi Anda membangun kepercayaan dengan calon pelanggan atau klien.

Jika mereka dapat melihat Anda adalah seorang ahli di bidang Anda dan memiliki brand pribadi yang kuat, mereka akan cenderung melakukan bisnis dengan Anda.

Oleh karena itu, personal branding sangat penting bagi siapa saja yang ingin sukses di dunia digital saat ini.

Pengertian Personal Branding

Secara bahasa, personal branding artinya membangun merek pribadi (personal brand). Disebut juga self-branding, personal branding adalah cara mempromosikan atau membangun reputasi pribadi.

Laman Personal Brand mendefinisikan personal branding sebagai berikut:

“Upaya sadar dan disengaja untuk menciptakan dan memengaruhi persepsi publik tentang individu dengan memposisikan mereka sebagai otoritas dalam industri mereka, meningkatkan kredibilitas mereka, dan membedakan diri mereka dari kompetisi, untuk akhirnya memajukan karier mereka, meningkatkan lingkaran pengaruh mereka, dan memiliki dampak yang lebih besar.”

Menurut Farco Siswiyanto Raharjo dalam The Master Book of Personal Branding (2019), personal branding merupakan cara seseorang untuk mengambil kendali penilaian orang lain atas diri individu tersebut.

Personal branding adalah proses pembentukan persepsi masyarakat atau publik terhadap aspek yang dimiliki seseorang. Aspek ini meliputi kepribadian, kemampuan, nilai, serta persepsi positif yang ditimbulkan atau ada dalam diri individu.

Dalam Mengenal Personal Branding Terlengkap (2013), Muhammad Adam Husein menjelaskan definisi personal branding.

Menurut Ronald Susanto, personal branding adalah suatu proses pembentukan persepsi masyarakat terhadap aspek yang dimiliki individu, di antaranya kepribadian, kemampuan, nilai, serta stimulus yang menghasilkan persepsi positif di masyarakat, sehingga dapat dijadikan alat pemasaran.

Tujuan Personal Branding

Personal branding bertujuan untuk memikat dan membangun kepercayaan orang lain terhadap diri seseorang.

Menurut Rita Srihasnita R.C. dan Dharmasetiawan (2018), ada empat tujuan penting personal branding:

  1. Sebagai media untuk memengaruhi orang lain mengenai persepsi diri individu, dan juga mengenalkan keunikan serta kemampuan individu tersebut yang jauh lebih unggul dibanding lainnya.
  2. Memberi tahu orang lain tentang identitas, keunikan, kemampuan, serta hal lain yang menjadikannya berbeda dan bernilai.
  3. Untuk menampilkan kesan jika individu tersebut merupakan solusi pemecahan masalah yang dibutuhkan.
  4. Merangsang persepsi orang lain mengenai nilai serta kualitas diri yang dimilikinya.

Strategi Personal Branding

Bagaimana membangun citra diri? Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menciptakan personal branding yang kuat.

Strategi tersebut adalah:

1. Tentukan tujuan

Tentukan tujuan personal branding: bagaimana Anda ingin dilihat? Kita bisa menentukan tujuan utama pembentukan personal branding. Artinya kita ingin dikenal seperti apa oleh orang lain. Penentuan tujuan ini juga harus disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki.

  • Apakah Anda ingin mencap diri Anda sebagai pakar komunikasi, jago edit, desainer grafis, videografer, penulis, pecinta kucing?
  • Apakah Anda ingin terlihat sebagai inovator visioner?

Apa pun yang Anda ingin diri Anda dilihat oleh orang-orang adalah merek Anda.

2. Kenali diri sendiri

Sebelum membentuk personal branding, kita harus mengenal diri kita terlebih dahulu, seperti apa saja kemampuan yang dimiliki, bagaimana diri kita bersikap terhadap orang lain, dan lain sebagainya.

3. Tentukan target

Kita harus menentukan target atau pihak mana yang ingin dijangkau. Penentuan target ini akan berpengaruh pula pada hal-hal yang harus dilakukan untuk memperkuat personal branding kita.

4. Membangun dan memperluas jaringan

Tidak hanya terus membentuk personal branding, kita juga harus membangun dan memperluas jaringan profesional yang dimiliki. Karena dengan hal ini, personal branding kita akan semakin dikenal luas.

5. Integritas Pribadi

Langkah selanjutnya dalam strategi personal branding adalah menanamkan integritas dan karakter merek ke dalam diri Anda.

Jika perlu, cara Anda berpakaian, berbicara, berjalan, membaca, dan semua hal yang Anda lakukan harus menunjukkan bahwa itu memang merek Anda.

Jadi, pastikan brand Anda berasal dari hati yang terdalam dan tulus. Menjadi seseorang yang memiliki personal branding berarti menjadi diri Anda yang sebenarnya.

6. Positioning

Personal branding adalah aset tidak berwujud yang bisa menjadi aset Anda yang paling berharga di masa depan, terutama dalam karir, bisnis, dan pekerjaan Anda.

Memiliki personal branding yang kuat menjadikan Anda sebagai pribadi yang luar biasa, luar biasa dan ada nilai tambah bagi individu lain. Ini adalah salah satu manfaat besar dalam memiliki personal branding.

Jadi, pastikan setelah Anda menemukan merek tersebut, buatlah positioning yang kuat dengan mengerucutkan merek Anda. Semakin spesifik merek Anda, semakin ahli Anda, itu lebih baik.

7. Portofolio dan Produktivitas

Cara memperkuat personal branding berikutnya adalah dengan memberikan bukti portfolio tentang brand yang kita bangun.

Misalnya, jika Anda ingin melakukan brand sendiri sebagai penulis, maka Anda harus membuktikannya dengan menulis untuk blog, media massa, dan media online lainnya, juga menerbitkan beberapa buku, kemudian portofolio dapat membangun brand Anda.

Jika Anda ingin menjadi pelatih, maka perluas portofolio buku, video, audio, atau tulisan tentang bidang Anda.

Sederhananya, buktikan diri Anda bahwa Anda adalah orang yang memenuhi syarat dalam keahlian Anda. Dengan begitu, orang akan semakin mempercayai Anda, yang tentunya akan membantu Anda memperkuat personal branding Anda.

Personal Branding

5 Elemen Personal Branding

Mengutip laman PR Indonesia, ada lima elemen yang diperlukan untuk membangun personal branding. Kelimanya saling bersinergi.

1. Competency, Kompetensi

Membangun reputasi pribadi di dalam benak target audiens atau stakeholder dengan cara mencari diferensiasi dari kompetensi yang kita miliki.

2. Connectivity, Konektivitas

Konektivitas berkaitan dengan upaya kita memanfaatkan jaringan yang dimiliki untuk memperkuat posisi personal kita di mata stakeholder. Dengan cara membuat orang semakin banyak membicarakan tentang kita.

Poin utamanya bukan pada banyaknya publisitas, melainkan materi perbincangan yang kita bangun. Kemampuan kita membangun perbincangan dengan cara bercerita (storytelling) sangat berperan di sini.

3. Creativity, Kreativitas

Untuk membuat alur cerita seperti itu dibutuhkan kreativitas (creativity).

4. Contribution, Kontribusi

Kontribusi dianalogikan sebagai fungsi kontrol. Kuncinya bukan apa dan seberapa banyak hal yang sudah kita berikan, tetapi bagaimana membuat audiens mengetahui apa yang sudah kita kontribusikan.

5. Compliance

Pastikan cerita yang kita bangun itu porsinya pas, tidak berlebihan. Compliance bertujuan sebagai kontrol reputasi yang sedang kita bangun.

Demikian pengertian personal branding dan strateginya. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membuat website pribadi karena blogging sangat bagus untuk personal branding. Postingan berupa pengalaman, pemikiran, pengetahuan, dan aktivitas di web pribadi dan medsos jelas membangun personal branding Anda. (Kompas/Dreambox)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.