Jenis-Jenis Penulis

menjadi penulis

Kata penulis identik dengan penulis buku atau penulis artikel di media massa. Namun, ada banyak macam penulis. Jenis-jenis penulis kian beragam di era digital atau era internet saat ini.

Secara bahasa, penulis (writer) adalah orang yang menulis. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI Daring), penulis juga berarti pengarang, panitera, sekretaris, setia usaha, pelukis, penggambar, dan redaktur yang menulis naskah dari bahan berita untuk dimuat dalam terbitan pers.

Seorang penulis adalah komunikator yang melalukan komunikasi tulisan. Ia menyampaikan pesan tertulis kepada pembaca.

Jenis-Jenis Penulis

Mari kita simak jenis-jenis penulis atau klasifikasi profesi penulis ini. Anda yang sudah menjadi penulis, bisa mengidentifikasi masuk jenis penulis yang mana.

Anda yang belum atau mau menjadi penulis, bisa menentukan pilihan memilih jenis penulis yang mana.

Baca Juga

1. Penulis Buku (Book Writer)

Peulis buku adalah jenis penulis tertua, sebagaimana buku merupakan media tertua di dunia. Secara bahasa, buku adalah “lembar kertas yang berjilid, berisi tulisan atau kosong; kitab” (KBBI).

Jenis buku juga banyak, namun secara garis besar dibagi dua, yaitu fiksi dan nonfiksi. Jenis buku fiksi antara lain novel dan komik. Jenis buku nonfiksi antara lain buku panduan, ensiklopedi, kamus, dan buku teks (buku materi pelajaran sekolah/materi kuliah kampus).

2. Penulis Artikel

Penulis artikel adalah orang yang menuliskan pemikiran, pendapat, atau analisisnya tentang suatu masalah atau peristiwa aktual di media massa. Artikel adalah salah satu jenis tulisan di media, selain berita dan feature. Selengkapnya: Pengertian Artikel.

3. Penulis Kolom (Kolomnis)

Penulis kolom biasanya seorang ahli atau pakar di bidangnya. Kolom adalah jenis tulisan opini yang biasanya berupa esai, kadang berupa “cerita”, dan tulisannya lebih pendek dari artikel. Selengkapnya: Pengertian Kolom.

4. Penulis Hantu (Ghost Writer)

Disebut juga penulis bayangan, pPenulis hantu adalah sebutan bagi penulis yang membuat tulisan berdasarkan permintaan dari seseorang –biasanya pajabat atau selebritas.

Seorang penulis hantu biasanya menulis artikel atau buku yang dikreditkan kepada orang lain yang memesannya sehingga seolah-olah orang lain itulah yang menulis. Nama penulis aslinya tidak muncul di byline (baris nama penulis).

Banyak pejabat pemerintahan atau bangsawan ingin mendapat kemahsyuran dengan membuat buku, namun mereka tidak mampu melakukannya sendiri. Akhirnya disewalah jasa orang lain. (Merdeka)

5. Penulis Cerpen (Cerpenis)

Seperti namanya, penulis cerpen adalah orang yang menulis cerita pendek (cerpen). Cerpen adalah jenis tulisan fiksi. Ceritanya karangan semata. Karenanya, penulis cerpen –juga novel– disebut juga pengarang karena ia mengarang cerita berdasarkan imajinasi atau khayalan.

6. Penulis Novel (Novelis)

Novel adalah “cerita panjang”. Tidak seperti cerpen yang pendek, novel  adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

7. Penulis Puisi (Penyair/Pujangga)

Penyair atau pesyair adalah orang yang bersyair; pengarang syair; pengarang sajak. Disebut pujangga yang pandai merangkai kata-kata indah.

Puisi atau sajak adalah “gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus”.

8.  Penulis Naskah (Script Writer)

Penulis naskah adalah orang yang menulis naskah pidato, naskah siaran, naskah iklan, skenario, dan sebagainya. Ia juga menulis cerita dalam sebuah proses pembuatan video atau film.

Biasanya, script writer menulis naskah untuk film, televisi, web series, YouTube series, video games, atau karya-karya kontemporer dan modern seperti video blog (vlog).

9. Penulis Naskah Iklan (Copy Writer)

Termasuk jenis penulis naskah, penulis ini menulis naskah iklan (copy writing) atau materi publikasi untuk kepentingan marketing atau promoso produk/jasa. Selengkapnya: Pengertian Copy Writing.

10. Penulis Skenario/Penulis Layar (Screen Writer)

Penulis skenario adalah seorang sineas profesional yang menciptakan dan meletakkan dasar acuan bagi pembuatan film dalam bentuk naskah (skenario). Ia akan menulis penokohan, jalan cerita, monolog atau dialog, dan deskripsi visual dalam bentuk skenario.

Seorang Penulis Skenario akan menciptakan alur, konflik, dan karakteristik tokoh. Selain itu, penulis juga harus bisa menulis menggunakan bahasa gambar. Bahasa ini berbeda dengan bahasa tulisan yang biasanya digunakan dalam novel atau cerpen. Bahasa yang digunakan seorang penulis skenario seolah-seolah adalah refleksi dari kamera. (Gramedia).

11. Penulis Lagu (Song Writer)

Penulis lagu adalah ialah orang atau musisi yang membuat komposisi musik dan menulis lirik untuk sebuah lagu. Penulis lagu dapat juga disebut komponis, karena awalnya sebuah lagu digubah dengan cara menuliskan notasinya, contohnya pada genre musik klasik.

Seorang penulis lagu yang cenderung menulis lirik sering kali disebut lirikus. Profesi penulis lagu lebih dikenal dengan tugas menuliskan lagu untuk penyanyi atau musikus lain, namun tidak sedikit penulis lagu yang menyanyikan lagu yang ditulisnya sendiri.

12. Penulis Teknis (Technical Writer)

Penulis teknis menjelaskan teknologi dan konsep-konsep terkaitnya untuk pembaca teknis dan nonteknis, misalnya menjelaskan bagaimana menggunakan suatu pustaka perangkat lunak kepada pemrogram. Tulisan teknis adalah suatu bentuk komunikasi teknis.

13. Penulis Kreatif (Creative Writer)

Penulis kreatif adalah orang yang membuat karya tulis kreatif (creative writing). Creative writing sendiri dipahami sebagai adalah setiap tulisan yang berada di luar batas bentuk sastra profesional, jurnalistik, akademis, atau teknis normal, biasanya diidentifikasi dengan penekanan pada kerajinan naratif, pengembangan karakter, dan penggunaan kiasan sastra atau dengan berbagai tradisi puisi dan puitis (Wikipedia).

Creative writing juga kerap diterjemahkan sebagai “teknik menulis bebas”. Salah satu karya creative writing adalah postingan atau artikel di blog yang dibuat para blogger.

14. Penulis Lepas (Freelance Writer)

Penulis lepas adalah orang yang menulis di berbagai media dan menyediakan jasa berbagai jenis tulisan.

Menngutip definisi WikiHow, penulis lepas adalah seseorang yang bekerja menghasilkan karya tulis, tetapi tidak terikat dengan perusahaan atau entitas mana pun, dan beroperasi layaknya sebuah bisnis kecil atau kontraktor independen.

15. Penulis Berita (News Writer)

Penulis berita adalah orang yang membuat naskah berita (news). Dalam konteks media massa, penulis berita adalah wartawan, terutama reporter.

Dalam konteks humas, penulis berita adalah staf humas atau praktisi PR yang bertugas menulis press release dan berita untuk media internal.

16. Penulis Konten (Content Writer)

Jenis penulis konten muncul di era internet, seiring bermunculannya media online yang memerlukan “isi” (konten). Penulis konten membuat isi berupa teks (tulisan).

Content writer bertugas menulis konten tulisan yang sesuai dengan pesanan dan relevan dengan platform yang akan diisi. Misalnya, untuk website kesehatan, maka kontennya tentu akan berbeda dengan website teknologi.

17. Penulis UX (UX Writer)

Seperti halnya content writer, profesi atau istilah penulis UX  juga muncul di era internet. UX adalah singkatan dari User Experience atau Pengalaman Pengguna.

Penulis UX adalah para ahli yang menyimpan salinan untuk sebuah aplikasi, situs web, dan produk digital lainnya.

Seorang penulis UX merencanakan dan menulis salinan di aplikasi, situs web, dan produk digital lainnya yang dibutuhkan pengguna untuk menavigasi suatu produk.

penulis pengarang

Tipe penulis berdasarkan cara menulis

Ada juga klasifikasi penulis berdasarkan caranya menulis, sebagaimana dikutip dari laman University of Nottingham berikut ini.

Para peneliti telah melihat bagaimana orang yang berbeda menulis. Dalam “Menulis di Universitas” Phyllis Crème dan Mary Lea menjelaskan empat tipe penulis yang berbeda: Penyelam, Penulis Patchwork, Penulis Rencana Besar, dan Penulis Arsitek.

Ini hanyalah salah satu cara untuk mengkategorikan penulis, tetapi ini menawarkan tempat yang berguna untuk mulai memikirkan proses penulisan Anda sendiri.

1. Penyelam (The Diver)

Penulis penyelam merasa sulit untuk tetap berpegang pada rencana dan cenderung langsung terjun ke dalam sebuah tulisan, menulis untuk mengetahui apa yang ingin dia katakan.

Kadang-kadang dia akan menulis satu bagian, yang mungkin berakhir di tengah bagian yang sudah jadi dan menyusun tulisan itu perlahan-lahan menjadi potongan-potongan (Crème and Lea, 1997, p.73).

2. Penulis Rencana Besar (The Grand Plan Writer)

Penulis Rencana Besar menghabiskan banyak waktu untuk membaca dan membuat catatan; dia perlu banyak membaca, mungkin lebih dari yang benar-benar diperlukan. Kemudian dia memikirkan materi, bahkan saat melakukan hal lain.

Kemudian, ketika dia menulis esai dengan tulisan tangan, itu sepertinya berjalan bersamaan secara otomatis. Kadang-kadang dia perlu menambahkan pendahuluan ketika tulisannya selesai tetapi dia belum membuat rencana yang eksplisit. Karya tersebut jarang membutuhkan penyusunan ulang (Crème and Lea, 1997, p.74-5).

3. Penulis Arsitek (The Architect Writer)

Penulis Arsitek memulai dengan menulis catatan yang merupakan ide untuk judul. Dia mungkin menggunakan selembar kertas kosong besar untuk menggambar ide-ide utama esainya.

Dia membuat daftar terpisah, mungkin di kolom di satu sisi, ide untuk nanti atau tugas yang perlu dilakukan sebelum penulisan yang tepat dimulai. Dia memiliki garis besar seluruh bagian sebelum dia mulai menulis; terkadang menggunakan diagram untuk membantu perencanaan (Crème dan Lea, 1997, p.75-6).

4. Penulis Patchwork (The Patchwork Writer)

Patchwork Writer membuat daftar judul yang berhubungan dengan pertanyaan dan menggunakannya untuk membuat beberapa gagasan tentang bagian esai. Dia mendapatkan ide menggunakan judul ini tetapi sering tidak jelas tentang bentuk argumen pada tahap ini.

Dia memindahkan bagian-bagian ketika dia mencoba untuk menulis tautan di antara berbagai bagian. Bentuk argumen menjadi lebih jelas dalam proses ini. Kadang-kadang dia merasa perlu untuk memotong bagian yang besar karena meskipun menarik mereka tidak relevan (Crème dan Lea, 1997, p.74).

Bagi kebanyakan orang, akan sangat membantu jika memiliki serangkaian strategi atau cara untuk memulai menulis, yang dapat membantu tugas-tugas menulis yang berbeda dan untuk tahapan yang berbeda dalam menghasilkan sebuah tulisan.

Mencoba ide-ide baru dapat membantu Anda mengembangkan pendekatan Anda dalam menulis, menyesuaikan diri dengan tuntutan program atau tingkat studi baru dan mengerjakan aspek penulisan yang ingin Anda ubah.

Demikian jenis-jenis penulis, sekaligus menggambarken jenis-jenis tulisan, termasuk klasifikasi penulis berdasarkan cara mereka membuat tulisan.*

Video Podcast: Cara Menulis Artikel 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.